Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Penyelidikan Kasus Sandoz, Polisi Masih Tunggu Berkas Laporan

17 Mei 2019, 18: 40: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Penyelidikan Kasus Sandoz, Polisi Masih Tunggu Berkas Laporan

Dir Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Dit Reskrimum Polda Bali masih menunggu kelengkapan berkas laporan yang diajukan kuasa hukum Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, 44, terkait pelaporan Putu Pasek Sandoz Prawirottama, Candra Wijaya, dan Made Jayantara atas dugaan tindak pidanan penipuan, penggelapan, dan penadahan. Hal tersebut disampaikan Dir Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan, Jumat (17/5) di Mapolda Bali.

Menurutnya, pihak pengadu, dalam hal ini pihak Alit, masih meminta waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti kesepakatan kerjasama antara mereka. Dit Reskrimum pun masih menunggu data tersebut. Setelah itu, pihaknya akan mencari saksi lainnya di luar ketiga terlapor, lalu akan mengklarifikasi terhadap terlapor. 

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap Agung Alit. Apa saja yang menjadi dasar dia mengadukan Sandoz, Candra dan Jayantara sebagai terlapor penipuan dan penggelapan. Sudah dia sampaikan seperti itu. Sekarang ini kami meminta kepada pengadu, apakah ada bukti-bukti kesepakatan di antara mereka,” tuturnya.

Andi Fairan pun menyampaikan bahwa bukti transfer uang telah dikantonginya. Namun, apakah aliran dana tersebut sebagai bukti kerja sama atau sebagai jasa, inilah yang masih diselidiki. 

Sementara itu, berkas kasus Alit sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan alias sudah P21 sejak minggu lalu, sehingga, Selasa depan, akan dilakukan tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

Sebelumnya, pengacara Gusti Randa selaku kuasa hukum dari Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, 44, melaporkan Putu Pasek Sandoz Prawirottama, Candra Wijaya, dan Made Jayantara atas dugaan tindak pidanan penipuan, penggelapan, dan penadahan, dengan bukti lapor dalam bentuk Dumas (Pengaduan Masyarakat) dengan nomor 108/4/2019 tertanggal 29 April 2019.

Pengaduan ini merupakan rentetan kasus yang menjerat Alit atas dugaan penipuan perizinan pengembangan Kawasan Pelindo III, Pelabuhan Benoa, dengan mengantongi beberapa bukti, di antaranya surat kerjasama, rekap bank dan catatan-catatan berupa siapa dan besaran aliran dana berdasar cek yang dimilikinya.

Sementara itu, terkait tindak lanjut dugaan korupsi Rp 16 miliar yang dilakukan Sandoz, tengah ditangani Dit Reskrimsus Polda Bali. Kini masih dalam tahap penyelidikan dan meminta keterangan beberapa saksi termasuk klarifikasi dari Bappeda. “Sabar, kalau kasus korupsi kan nggak bisa cepat, karena masih kami lakukan penyelidikan semuanya,” ujar petugas.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia