Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dulu Cuma Piagam Saja, Seniman Lawas Berharap Dapat Tanggungan Hidup

17 Mei 2019, 21: 15: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dulu Cuma Piagam Saja, Seniman Lawas Berharap Dapat Tanggungan Hidup

SENIMAN: Maestro Tari, I Dewa Rai Budiasa. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Belasan seniman diberikan penghargaan Wija Kusuma saat HUT Kota Gianyar ke 248 beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu juga dibarengi dengan pemberian penghargaan uang sebesar Rp 50 juta per orang. Namun pada tahun-tahun sebelumnya penerima Wija Kusuma hanya diberikan berupa piagam saja, dan membuat seniman terdahulu pakrimik.

Melihat kondisi seperti itu, seniman peraih Wija Kusuma tahun 2010, Maestro Tari, I Dewa Rai Budiasa berharap perjuangan para seniman lawas juga layak mendapatkan long life penghargaan. Yaitu berupa tanggungan hidup. “Saya sering mendapatkan curhatan dari peraih Wija Kusuma sebelum tahun 2019. Banyak yang mengaku cemburu dengan perhatian pemerintah pada seniman tahun ini. Padahal jika dilihat dari segi pengabdian, merekalah yang lebih berjasa dalam memperkenalkan kesenian Bali ke luar negeri,” terangnya, Jumat (17/5).

Dalam kesempatan itu, pihaknya sangat berharap Pemkab Gianyar memberikan perhatian yang sama pada semua maestro di Gianyar. Dalam artian bukan menuntut memperoleh uang Rp 50 juta. Namun, setidaknya pemerintah meringankan beban hidup para maestro. Seperti membayarkan tagihan listrik, air serta memberikan kartu jaminan kesehatan gratis.

“Yang kami dapatkan baru sebatas BPJS Ketenagakerjaan, dimana hal itu dirasakan kurang efektif.  Karena hanya bisa dipakai saat kita sedang kecelakaan, dan itupun kalau kecelakaan jika berkaitan dengan pentas. Di sisi lain, para maestro kebanyakan tak aktif lagi dalam pementasan, kebanyakan jadi pembina karena kondisi fisik yang tak memungkinkan untuk pentas. Kartu yang diterima itu tidak berfungsi sama sekali. Kalau bisa, pemerintah tanggung biaya listrik dan air, serta berikan kartu BPJS Kesehatan kelas I,” harapnya.

Sedangkan Kepala Disbud Gianyar, I Ketut Mudana, belum memberikan konfirmasi terkait hal tersebut. Ketika dicari ke kantornya, pegawai di sana mengatakan ia tengah menghadap Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Tetapi saat dicari ke ruangan Bupati, Sekretaris Bupati mengaku Bupati tengah berada di Lombok. “Maaf, Bapak Bupati masih di Lombok,” tandas pegawai yang enggan dikorankan namanya tersebut.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia