Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tabrak Rumah Warga, Tak Pakai Helm, Suartini Tewas di Tempat

17 Mei 2019, 22: 07: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tabrak Rumah Warga, Tak Pakai Helm, Suartini Tewas di Tempat

DI TEMPAT: Kadek Suartini tewas di tempat usai menabrak rumah warga di jalur Kaliasem-Tigawasa, KM 19.00, Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Tigawasa, Jumat (17/5) pagi. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA- Nasib malang dialami Kadek Suartini, 40. Wanita asal Banjar Dinas Sinalud, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng itu tewas mengenaskan, setelah motor yang dikendarainya terjun bebas dari jalan raya di jalur Desa Kaliasem-Tigawasa, kilometer 19.00. Peristiwa itu terjadi di wilayah Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) dari kepolisian menyebutkan, korban Suartini datang dari arah Sidatapa (selatan) menuju Kayu Putih (utara) mengendarai motor Honda Vario DK 4781 UX. Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban sempat mengunjungi anak perempuannya yang tinggal di Desa Sidatapa.

Perbekel Tigawasa, Made Sudarmayasa mengatakan, sekitar pukul 06.30 Wita, korban hendak pulang ke Kayu Putih dari Sidatapa. Ia pun memilih melewati jalan Kaliasem-Tigawasa. Namun, sesampai di lokasi, sepeda motornya terjun bebas dan menabrak rumah milik Putu Suarjana.

“Memang medannya sangat terjal. Kalau dari arah selatan, kondisinya menurun disertai tikungan. Mungkin rem korban tidak berfungsi karena panas, makanya jatuh dan menabrak rumah warga. Kata pemilik rumah, memang sama sekali tidak ada suara minta tolong. Soalnya korban mati di tempat,” tutur Sudarmayasa, Jumat (17/5) pagi seusai membantu proses evakuasi.

Sudarmayasa pun tak menampik bila TKP itu rawan kecelakaan. Bahkan, pihaknya sudah berulangkali memohon kepada Dinas PUPR agar lokasi tersebut dipasangi dinding pembatas. Namun hingga kini belum ada respon dari dinas PUPR.

“Jalurnya terjal, di atas kami sudah beri tanda untuk hati-hati. Kami juga sudah mengajukan ke PUPR agar diisi besi pengaman di tikungan. Memang rawan terjadi laka lantas,” akunya saat dikonfrimasi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengungkapkan, korban Suartini mengalami cidera kepala berat (CKB) karena tidak menggunakan helm ketika berkendara.

 “Korban mengalami CKB, benjol di kepala depan, dan langsung meninggal di TKP. Korban langsung dibawa pulang ke rumah duka oleh keluarga korban,” ungkapnya.

Mengingat lokasi kejadian rawan terjadi laka lantas, pihaknya pun mengimbau masyarakat yang melintas tetap waspada saat berkendara dan tetap menggunakan helm, sehingga bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan. “Kondisi jalan memang rawan. Kami harapkan waspada saat berkendara di jalur itu, karena medannya lumayan terjal,” paparnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia