Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Genset Meledak, Kantor BRI Tamblang Terbakar

17 Mei 2019, 22: 26: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Genset Meledak, Kantor BRI Tamblang Terbakar

TERBAKAR: Kondisi lantai dua bangunan BRI Tamblang, Kabupaten Buleleng yang hangus terbakar, Jumat (17/5) sore. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kantor Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tamblang di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng Jumat (17/5) pukul 16.00 Wita terbakar. Namun berkat kesigapan petugas Pemadam Kebakaran, yang terbakar hanya bagian atap di lantai dua.

Kejadian itu mengakibatkan kemacetan panjang di ruas Jalan Kubutambahan-Kintamani, tepatnya di sebelah selatan Pasar Tradisional Tamblang, karena posisi bangunan persis di pinggir jalan. Petugas Damkar pun harus menghentikan sementara arus lalu lintas selama proses pemadaman.

Perbekel Tamblang Nengah Sudarsana menjelaskan, peristiwa kebakaran itu pertama diketahui seorang warga yang melihat asap mengepul dari atap bangunan lantai dua bank. Warga tersebut lantas menginformasikan kepada pegawai yang berada di lantai satu.

“Setelah dikasi tahu warga ada kebakaran, akhirnya semua pegawai keluar melihat lantai dua terbakar,” ujar Mekel Sudarsana.

Sementara itu, Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Cabag Singaraja, Nengah Suardika menjelaskan, bangunan yang hangus terbakar adalah ruang marketing di lantai dua. Saat peristiwa terjadi, ruang marketing dalam keadaan kosong.

Api diketahui muncul dari mesin genset yang sudah dinyalakan selama lima jam di lantai dua. Karyawan terpaksa menghidupkan genset lantaran terjadi pemadaman listrik di kawasan tersebut sejak pukul 11.00 Wita, sehingga tak mengganggu pelayanan nasabah.

Namun karena genset kondisinya terlalu panas, sehingga meledak dan apinya dengan cepat berkobar menyambar atap bangunan di lantai dua. Sebanyak 13 pegawai BRI Unit Tamblang yang masih berada di lokasi pun dibuat panik.

“Satpam sempat berusaha memadamkan dengan Alat Pemadam Api Ringan (Apar, red). Karena ada bensin di mesin itu, ya api cepat membesar,” ujar Suardika saat ditemui di lokasi, Jumat (17/5) sore.

Sebelum petugas pemadam kebakaran sampai di lokasi, sejumlah warga sekitar bahu-membahu memadamkan api. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti selang dan ember.

“Memang, saat kejadian, pelayanan untuk nasabah kami sudah tutup  karena sudah pukul 16.00 Wita. Tapi semua pegawai masih di lokasi,” imbuhnya.

Saat ditanya jumlah kerugian, Suardika mengaku masih menghitung. Ia memastikan tidak ada dokumen penting dan uang nasabah yang terbakar. Sebab di lantai dua memang diperuntukkan bagi ruang marketing.

“Syukur tidak ada dokumen terbakar. Hanya atap saja. Kalau di lantai satu aman semua. Kami berharap Senin depan sudah bisa beroperasi kembali. Kalau kerugian sekitar Rp 100 juta,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gede Sugiartha Widiada mengungkapkan, proses pemadaman memakan waktu kurang dari satu jam. Selama pemadaman hingga pendinginan, petugas menghabiskan tiga tangki air.

“Proses pemadaman berlangsung singkat, karena bangunan berada di pinggir jalan, sehingga api mudah dipadamkan. Cuma jalan harus ditutup sementara, demi keamanan,” imbuhnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia