Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Polisi Periksa Kadis Budpora Klungkung

Dugaan Korupsi Hibah Paibon Arya Kenceng

17 Mei 2019, 23: 12: 04 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polisi Periksa Kadis Budpora Klungkung

PERIKSA: Terkait dugaan korupsi dana hibah pembangunan Pura Paibon Arya Kenceng, di Nusa Penida, polisi periksa Kadis Budpora Klungkung I Nyoman Mudarta. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Klungkung melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana hibah untuk pembangunan Pura Paibon Arya Kenceng, di Banjar Cubang, Dusun Cemulik, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Dana hibah yang dikucurkan untuk pembangunan pura tersebut Rp 420 juta. Dianggarkan pada APBD Perubahan Kabupaten Klungkung 2018.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group) dari kepolisian, uang tersebut sudah dikembalikan utuh ke kas daerah Maret 2019. Panitia pembangunan pura mengembalikan secara keseluruhan, karena tidak mampu menggunakan akibat waktu pengerjaan dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ) tergolong mepet.

Meskipun sudah dikembalikan, polisi tetap mendalami dugaan korupsi tersebut. Jauh sebelum uang itu dikembalikan, polisi dikabarkan sempat turun melihat objek hibah sebagaimana tertuang dalam proposal. Secara kasat mata, pembangunan belum rampung. Diduga ada penyelewengan dalam memanfaatkan bantuan.

Untuk membuktikan hal itu, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang, baik panitia pura maupun pihak terkait lainnya. Termasuk Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Kadis Budpora), I Nyoman Mudarta diperiksa, Jumat (17/5).

Dalam waktu bersamaan, penyidik juga memeriksa Bendahara Bantuan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah I Gusti Ayu Purnami. Keduanya diperiksa sekitar 4 jam.

“Masih penyelidikan, belum penyidikan ya. Belum ada tersangka,” tegas Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan.

Menurut Mirza, pemeriksaan terhadap Mudarta dan Purnami adalah untuk mendalami dugaan penyelewengan dana hibah Pura Paibon Arya Kenceng di Banjar Cubang, Dusun Cemulik, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Setelah pemeriksaan keduanya, penyidik akan memanggil beberapa pihak, termasuk butuh audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kami masih kumpulkan dokumen untuk diaudit BPKP atau BPK itu,” terangnya.

Bagaimana halnya kalau dana hibah sudah dikembalikan? Perwira dengan tanda tiga balok di pundak itu menegaskan, pengembalian tidak mempengaruhi penyelidikan, karena untuk menenentukan ada atau tidaknya kerugian negara, itu ranah BPKP atau BPK. “Kalau nanti ternyata ditemukan ada kerugian negara, kami lanjut. Kalau tidak ada kerugian, ya tidak dilanjutkan,” kilahnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia