Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Menyeramkan, Bekas RSU Bangli Dipakai Uji Nyali

19 Mei 2019, 07: 09: 25 WIB | editor : I Putu Suyatra

Menyeramkan, Bekas RSU Bangli Dipakai Uji Nyali

TAK TERURUS: Eks bangunan RSU Bangli yang kondisinya makin menyeramkan hingga menjadi lokasi spesial penyuka uji nyali. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Warga Kota Bangli menyayangkan kondisi bangunan bekas rumah sakit umum (RSU) Bangli yang tak terawat. Terutama yang bermukim di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli. Apalagi kondisi itu sudah berlangsung lama, atau sejak RSU Bangli pindah beroperasi ke Jalan Brigjen Ngurah Rai, Bangli. Kini kondisi bangunan itu makin menyeramkan, ditambah semak-semak yang tumbuh semakin meninggi. Saking menyeramkan, sudah tiga kali tempat itu menjadi ajang uji nyali. Rencananya, ajang uji nyali kembali akan digelar Senin ini (20/5).

Salah seorang warga, Putu Merta Wirata, 31, yang ditemui Jumat (17/5) berharap lahan tersebut segera dihibahkan ke Pemkab Bangli. Sehingga pemerintah kabupaten bisa memanfaatkannya. “Katanya ada wacana dijadikan tempat rehabilitasi narkoba. Ada juga yang bilang mau dijadikan taman, tapi sampai sekarang tidak pernah ada (terwujud),” kata Wirata.

Bangunan yang terletak di Jalan Kusuma Yudha Bangli, itu kini tak pernah didatangi. Bahkan banyak pedagang yang mangkal di daerah itu enggan untuk mendekat. Tidak itu saja, lantaran bangunan yang disebut semakin seram, banyak pihak yang tertarik menggelar kegiatan yang berbau mistis, semisal uji nyali. “Bahkan Senin ini (20/5) bakal ada kegiatan di sana. Ada surat dikirim ke saya bahwa akan ada uji nyali. Yang mengadakan kelompok dari Tabanan,” ungkap Kepala Lingkungan Kawan Kelurahan Kawan, Nengah Sujena. 

Seingat Sujena, acara semacam uji nyali terhitung sudah tiga kali diadakan. Menurutnya, saking menyeramkan, eks RSU Bangli dianggap mendukung kegiatan berbau mistis. “Itu artinya tempatnya sudah seram. Sampai-sampai dipakai uji nyali terus,” ketusnya.

Sujena sempat bersikap dengan menyampaikan secara lisan ke Pemkab Bangli soal keinginan warga memanfaatkan eks RSU. “Entah diserahkan ke desa adat atau ke Pemkab, kan kita bisa manfaatkan. Mudah-mudahan pemilik aset membongkarnya, dan menjadikan tempat itu bermanfaat atau mengalihfungsi bangunan itu,” harapnya.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia