Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Penanganan Kasus Dugaan Money Politic di Kerambitan Dipertanyakan

19 Mei 2019, 21: 22: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Penanganan Kasus Dugaan Money Politic di Kerambitan Dipertanyakan

Ilustrasi (jawapos.com)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sejumlah warga mulai mempertanyakan penanganan kasus dugaan money politik yang diduga dilakukan oleh salah satu caleg di Kecamatan Kerambitan dalam Pileg 2019 lalu oleh Bawaslu Tabanan. Karena hingga saat ini kasus tersebut belum jelas kelanjutannya. Padahal sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh Bawaslu Tabanan. 

“Sejauh ini warga belum mengetahui kelanjutan penangan kasus dugaan money politic yang dilakukan oleh salah satu caleg di kecamatan Kerambitan itu, jadi banyak yang mulai bertanya-tanya," ungkap sumber yang enggan dikorankan namanya, Minggu (19/5).

Sumber menambahkan, dugaan money politic tersebut seharusnya dibuka sehingga masyarakat mengetahui bagaimana progress penanganan kasus tersebut. Apakah kasus tersebut sudah selesai atau masih dalam penanganan. "Publik kan berhak tahu," tandasnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dugaan money politik yang terjadi adalah penyerahan dana hibah bansos berupa uang tunai pada saat caleg melakukankan simakrama sebesar Rp 50 Juta dilakukan oleh calon legislative I Wayan Lara pada tanggal 22 Maret 2019 di Bale Banjar Dinas Dukuh Gede, Desa Baturiti,  Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Dana Rp 50 Juta tersebut diserahkan untuk upacara Ngaben Massal yang akan digelar bulan Juli 2019 di Desa Pakraman Dukuh Belong, Kecamatan Kerambitan Tabanan. 

Penyerahaan dana bansos tersebut juga sempat diunggah di media sosisal Facebook tanggal pada tanggal 22 Maret 2019 sepulang simakrama atau sekitar pukul 22.00 Wita.  Namun dua hari kemudian tepatnya tanggal 24 Maret 2019 foto tersebut dihapus oleh si pengunggah yakni Putu Bayu Candra. 

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada mengatakan bahwa kasus tersebut sudah ditangani oleh Panwascam Kerambitan. Meskipun tidak ada laporan masyarakat terhadap masalah tersebut, namun pihaknya tetap memproses dengan memanggil semua pihak . “Semuanya sudah kita dipanggil dan dimintai keteranganya,” tegasnya.

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya pelanggaran karena bansos yang diserahkan tersebut satu tahun yang lalu yang masuk ke rekening bendesa adat.  “Bendesa adat setempat yang meminta Pak Lara untuk menyerahkan pada waktu itu,” pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia