Rabu, 26 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Usulan Dana Pilkada Karangasem Dipangkas, KPU Keberatan

19 Mei 2019, 22: 05: 26 WIB | editor : Nyoman Suarna

Usulan Dana Pilkada Karangasem Dipangkas, KPU Keberatan

Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA - KPU Karangasem mulai menyiapkan hajatan Pilkada Karangasem 2020. Salah satunya merancang anggaran. Sayangnya, baru sampai di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Karangasem, usulan KPU sudah dipangkas.

Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, pihaknya mengusulkan anggaran ke pemerintah daerah melalui Kesbangpolinmas Karangasem Rp 39 miliar. Ternyata, di sana direvisi sehingga anggaran dipangkas menjadi Rp 31,5 miliar lebih diusulkan ke TAPD. Celakanya, setelah dibahas di TAPD, kembali dipangkas menjadi Rp 31 miliar. “Angka itu nanti dibahas lagi antara Pemkab Karangasem dengan DPRD. Bisa dikurangi, bisa juga ditambah,” ujar Krisna Minggu (19/5).

Krisna mengaku bingung dengan pemangkasan anggaran tersebut. Sebab, selaku penyelenggara, pihaknya mengusulkan anggaran sebanyak itu sudah melalui kajian. Tidak ada niat KPU Karangasem menghamburkan uang negara. “Kalau ternyata ada sisa. Pasti kami kembalikan kok. Tenang saja,” tegas Krisna.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa indikator yang menyebabkan usulan anggaran melonjak dari pilkada sebelumnya, di antaranya, jumlah TPS lebih dari 1.000, dari sebelumnya 923 TPS. Bertambahnya jumlah TPS, berdampak terhadap KPPS, sehingga anggaran untuk honor juga bertambah.

Ada juga aktivitas Gunung Agung yang masih berada di level III (Siaga) yang tidak menutup kemungkinan bisa berpengaruh terhadap jalannya pilkada. Misalnya tiba-tiba erupsi. “Ada 28 desa di lingkar Gunung Agung harus kami pikirkan jika terjadi erupsi, demi lancarnya pilkada,” terang pejabat asal Desa Bungaya Kauh, Kecamatan Bebandem itu.

Selain itu, perkiraan pasangan calon bupati juga tak kalah penting. Berdasarkan perolehan suara Pemilu 2019, sangat memungkinkan ada empat pasangan calon dari partai politik (parpol). Tiga parpol bisa mengusung calon sendiri, yaitu PDIP, Golkar dan Nasdem. Sedangkan beberapa partai lain masih memungkinkan gabung mengusung satu pasangan calon.  KPU Karangasem juga menghitung kemungkinan dua calon independen berdasarkan jumlah penduduk. “Mudah-mudahan saat pembahasan di dewan, mereka mengerti kebutuhan KPU sehingga tidak asal potong saja,” tandas Krisna.

Belum ada konfirmasi dari Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi yang juga ketua TAPD Karangasem terkait hal itu. Dikonfirmasi melalui sambungan telephone, tak direspon.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia