Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Rayakan Waisak, Umat Vihara Buddha Sakyamuni Lepas Seribu Burung

19 Mei 2019, 22: 22: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Rayakan Waisak, Umat Vihara Buddha Sakyamuni Lepas Seribu Burung

LEPAS BURUNG: Pelepasan burung di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar dalam perayaan Waisak, Minggu (19/5). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR ­– Minggu (19/5) umat Buddha merayakan Hari Trisuci Waisak 2563. Salah satunya berlangsung di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar. Perayaan Waisak di sana diselingi acara abhayadana atau pelepasan burung.

Perayaan Trisuci Waisak di Vihara Buddha Sakyamuni sudah dimulai semenjak sebulan sebelumnya. Diisi dengan sebulan pendalaman Dama (SPD). Dalam SPD tersebut setiap hari diadakan ceramah untuk santapan batin. Untuk mengajarkan kerelaan, kemoralan, konsentrasi, dan kebijaksanaan.

Oscar, selaku ketua Daya Kasaba Vihara Budha Sakyamuni yang didampingi Irfan, ketua panitia Waisak dan Herman selaku penasehat Daya Kasaba menjelaskan, dalam sebulan pelaksanaan tersebut, diharapkan dapat timbul sadha, keyakinan di dalam diri yang dapat menumbuhkan malu berbuat jahat dan takut akan akibat kejahatannya.

 “Tentunya dilanjutkan dengan abhayadana atau pelepasan burung sebagai lambang cinta kasih. Kita semua ingin berbahagia. Untuk kali ini berbentuk burung. Bisa juga berbentuk lele dan binatang lainnya. Karena semua ingin berbahagia. Ada 1.000 ekor burung yang dilepaskan,” jelasnya.

Dipilihnya Mencintai Kehidupan, Berbudaya Menjaga Persatuan sebagai tema Waisak 2563 tahun ini, karena dianggap relevan dengan keadaan masyarakat sekarang.

 “Apalagi dalam rangka pilpres. Yang satu mau menang dan satunya juga mau menang. Di dalam mencintai kehidupan, kita harus menonjolkan budaya lebih awal karena kita terdiri dari beberapa budaya. Mengingatkan kita harus bersatu padu. Maka, di sini timbullah pengurangan rasa ego,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Ia juga menjelaskan bahwa dengan mengurangi rasa ego, akan terjadi toleransi. Dengan toleransi, semua orang adalah sama dan bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada. “Sehingga terjadilah keharmonisan di dalam masyarakat kita maupun negara kita. Dengan keharmonisan, tentunya NKRI akan tetap utuh menjadi satu kesatuan. Tentunya kami mengucapkan selamat merayakan Trisuci Waisak di Denpasar atau Bali khususnya. Semoga semua makhluk berbahagia,” tutupnya.

(bx/aim/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia