Rabu, 26 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Koster Ingin Gerakan Resik Sampah Plastik Diatur Awig-awig

19 Mei 2019, 23: 13: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Koster Ingin Gerakan Resik Sampah Plastik Diatur Awig-awig

RESIK: Sekda Provinsi Bali Dewa Indra saat memberikan sambutan dalam Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang dipusatkan di Pasar Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (19/5). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA – Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster terus menggenjot gerakan memerangi timbulan sampah plastik sekali pakai, yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan.  Bahkan, agar hasilnya lebih signifikan, Gubernur Koster menginginkan gerakan ini diatur dalam awig-awig atau pararem desa adat se-Bali.

Harapan itu disampaikannya dalam sambutan yang dibacakan Sekda Provinsi Bali Dewa Indra pada Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang dipusatkan di Pasar Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Minggu (19/5).

Menurut Gubernur Koster, dia sangat serius dalam upaya penanganan sampah plastik yang telah lama menjadi isu global. Gerakan ini adalah langkah awal yang baik untuk membebaskan Bali dari cemaran sampah plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, sedotan plastik dan styrofoam.

Namun dia menyadari, upaya pemerintah tidak akan membuahkan hasil maksimal, tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat, terutama desa adat yang memiliki kekuatan mengikat krama adat. Karena itu, dia sangat berharap gerakan resik sampah plastik ini ditindaklanjuti dengan memasukkan program pengelolaan sampah dalam awig-awig atau pararem desa adat se-Bali.

Koster juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mendukung gerakan mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai. Dia menambahkan, gerakan ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Lebih dari itu, program ini adalah bagian tak terpisahkan dari upaya memelihara dan melestarikan keagungan, kesucian dan taksu alam Baliyang meliputi tempat suci, laut, danau, sungai, sumber mata air, gunung, hutan, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan alam secara sekala.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian alam Bali berserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama (warga) Bali yang sejahtera, bahagia sekala (jasmani) dan rohani,” terangnya.

Masyarakat Bali yang mayoritas beragama Hindu, sudah seharusnya melaksanakan ajaran Weda dengan baik. Salah satunya mengamanatkan agar umat tidak membuang sampah sembarangan. Bertolak dari hal tersebut, dia mengajak seluruh masyarakat merubah perilaku.

 “Jangan membuang sampah sembarangan. Mari ikut aktif melakukan edukasi terkait pentingnya upaya menjaga lingkungan,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menerangkan, gerakan resik sampah plastik digelar serentak di seluruh Bali dengan melibatkan tak kurang dari 26.500 orang.

Sebelumnya, Pemprov Bali sukses melaksanakan gerakan bersih sampah plastik di Areal Pura Agung Besakih, pada 2 Februari 2019 dan Lapangan Umum Kintamani Kabupaten Bangli, pada 7 April 2019.

Sekda Dewa Indra dalam wawancaranya dengan sejumlah awak media menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik secara signifikan di seluruh Bali. Dia menyebut, agenda resik sampah plastik ke depannya bakal semakin diintensifkan dan dilakukan rutin sebulan sekali.

Sejalan dengan itu, pihaknya juga terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas Pergub Nomor 97 Tahun 2018. “Badan Lingkungan Hidup telah melaksanakan survei dari bulan Februari hingga April 2019, hasilnya timbulan sampah plastik turun signifikan,” ujarnya.

Dewa Indra mengakui, butuh proses dan waktu untuk mengubah perilaku masyarakat yang sudah sangat lama tergantung dengan plastik. Namun dengan berbagai upaya dan edukasi yang terus dilakukan, pihaknya yakin perlahan-lahan masyarakat akan terbiasa mengganti plastik dengan bahan-bahan ramah lingkungan.

Untuk itu, Dewa Indra juga ingin barang-barang pengganti plastik diproduksi secara simultan, sejalan dengan gerakan edukasi.

Dewa Indra didampingi Kepala BLH Made Teja juga berkesempatan berdialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Pancasari untuk memberikan edukasi agar mereka menyediakan kantong kain di tempat berjualan. “Tolong sediakan juga kantong kain dan sarankan pembeli untuk menggunakannya,” sarannya kepada seorang pedagang buah.

Kegiatan resik sampah plastik di Pasar Pancasari melibatkan jajaran OPD Pemprov Bali, Pemkab Buleleng, pelajar, mahasiswa, masyarakat sekitar dan sejumlah organisasi. Jajaran OPD Kabupaten Buleleng dipimpin langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Selain di Pasar Pancasari, kegiatan resik sampah plastik yang melibatkan OPD Pemprov Bali juga dilaksanakan di lingkungan Pelabuhan Tanah Ampo, Ulakan, Karangasem serta kabupaten dan kota lainnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia