Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

DPD RI Datangi Kandang Babi Suastawa, Gugatan akan Segera Dicabut

20 Mei 2019, 17: 44: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

DPD RI Datangi Kandang Babi Suastawa, Gugatan akan Segera Dicabut

MEDIASI : Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna saat meninjau kandang babi milik I Nyoman Suastawa, di Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan, Senin (20/5). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna mendatangi kandang babi milik I  Nyoman Suastawa yang digugat PT Nandini Bali, di Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan, Gianyar Senin (20/5). Dalam kesempatan tersebut kedua belah pihak dipertemukan dan dilakukan mediasi. Sehingga menghasilkan kesepakatan dalam minggu ini kandang babi akan digeser dan gugatan sebesar Rp 2,9 miliar tersebut juga akan dicabut.

Gusti Ngurah Arya Wedakarna menjelaskan pertemuan hari itu sudah ada titik temu, lantaran selaku anggota DPD RI ia berharap kasus tersebut tidak berlanjut di ranah hukum. “Saya selaku anggota DPD RI berharap ini bisa diselesaikan secara mediasi, dan tidak berlanjut di ranah hukum. Karena bisa merugikan insvestor, masyarakat setempat, dan Bali secara umum,” paparnya.

Dijelaskan juga tergugat, Nyoman Suastawa dan pihak keluarga bersedia untuk memindahkan lokasi kandang babi yang dimanfaatkan kotorannya itu dijadikan pupuk. Mengingat dianggap mengganggu pengunjung yang ada di restaurant ataupun hotel dengan jaraknya itu sekitar 7 meter. Sedangkan untuk tempat pemindahan, titik dan tempatnya masih menjadi kesepakatan nanti.

“Pak Nyoman Suastawa juga sudah berkomitmen dihadapan saya untuk menggeser kandangnya. Walaupun di mata undang-undang dan mata hukum dia memiliki hak untuk membangun apapun di atas lahannya sendiri. Setelah memindahkan kandang, PT Nandini Bali juga akan mencabut gugatannya di pengadilan,” tukasnya.

Arya Wedakarna juga telah meminta pihak manajemen restaurant agar memberikan dana kompensasi sedikit untuk memindahkan kandang kepada Suastawa. Terlebih Suastawa merupakan mantan Bendesa setempat yang membantu dan memfasilitasi proses pembangunan restaurant maupun hotel yang kini malah menggugatnya tersebut.

“Bapak Nyoman ini adalah mantan bendesa yang dulunya membantu memfasilitasi semua proses pembangunan PT Nandini Bali di sini. Saya minta ingat jas merah Bung Karno, yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah. Jika masalah ini berlarut, yang rugi masyarakat karena 80 persen tenaga lokal bekerja di sini,” tegasnya.

Dilanjutkannya kedua belah pihak agar berkomunikasi dengan baik, tanpa ada maksudnya untuk intervensi hukum. Terpenting hal yang baik untuk Bali, dengan hasil mediasi kedua belah pihak yang menghabiskan waktu sekitar 30 menit itu menemui komitmen. Yakni dalam minggu ini permasalahan akan selesai, kandang babi akan digeser dan PT Nandini akan mencabut gugatannya.

“Saya harapkan dalam minggu ini sudah selesai, lakukan rapat internal saja kemudian cabut gugatan di pengadilan, selesai. Komitmen ini saya juga akan monitor,” imbuhnya.

Pada tempat yang sama, Kuasa Hukum PT Nandini Bali, Gede Masa mengatakan tergugat memang disarankan untuk memindahkan kandangnya dari lokasi semula. Ia juga mengaku kemungkinan dulunya ada salah paham dan tidak ketemu kesepakatan. “Kalau memang tergugat bersedia menggeser kandangnya lebih jauh dari yang sekarang  dari pihak hotel juga siap mencabut gugatan,” terangnya.

Sehingga sebelum tanggal 23 Mei 2019 ini dipastikan akan ada pembicaraan dan kesepakatan, selanjutnya pada tanggal 23 nanti gugatan bisa langsung dicabut.  “Kalau kandangnya dipindahkan palingan perlu sekitar Rp 2,5 sampai Rp 3 juta saja,” imbuh Masa.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia