Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Antisipasi Kenaikan Harga, Disperindag Gianyar Gelar Pasar Murah

20 Mei 2019, 20: 13: 37 WIB | editor : Nyoman Suarna

Antisipasi Kenaikan Harga, Disperindag Gianyar Gelar Pasar Murah

PASAR MURAH : Pelaksanaan pasar murah dalam mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadhan di Pasar Umum Gianyar, Senin (20/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar  bekerjasama dengan Perum Bulog Provinsi Bali menggelar pasar murah di tiga pasar umum di Kabupaten Gianyar, Senin (20/5). Ketiga pasar tersebut di antaranya Pasar Umum Sukawati, Pasar Umum Gianyar dan Pasar Umum Blahbatuh. Langkah itu untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang bulan suci Ramadhan. 

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Disperindag Gianyar, Ni Wayan Adnyaningsih menjelaskan, pasar murah yang merupakan kerjasama dengan Perum Bulog Provinsi Bali ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, tetapi tetap dengan kualitas terjamin.

“Menjelang hari raya biasanya beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan. Pasar murah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan harga di bawah harga pasar. Setidaknya hal ini meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Ia memaparkan, kegiatan pasar murah dilakukan secara bergiliran di pasar umum di Kabupaten Gianyar, mulai dari Pasar Umum Sukawati (17/5) lalu, Pasar Umum Gianyar (20/5) dan Selasa (21/5) menyasar Pasar Umum Blahbatuh. Adnyaningsih juga menjamin harga beberapa bahan pokok dijual lebih murah Rp1.000 sampai Rp 2.500 dibandingkan harga di pasaran.

Pantauan di lapangan, pasar murah yang dibuka pukul 08.00 itu langsung diserbu pembeli. Beberapa kebutuhan pokok yang paling banyak dicari adalah beras, gula, terigu dan minyak goreng. Adnyaningsih menambahkan, Perum Bulog membawa sekitar 75 kg beras kualitas premium dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp 50.000 per kantong. 20 kg beras kualitas medium Rp  42.500 per kemasan 5 kg. Gula sebanyak 397 kg dengan harga Rp 11.500 per kg, minyak 67 kantong Rp 11.000. Tepung terigu sebanyak 25 kg dengan harga Rp 7.500 per kg, dan untuk telur dijual Rp15.000 per 10 biji.

Khusus untuk bawang merah, dikatakannya, dijual Rp 25.000 per kg. Harga ini memang sama dengan harga di pasar. Hal ini disebabkan karena mekanisme harga bawang merah di pasar mengalami naik turun demikian cepat.

Pada tempat yang sama, salah satu pengunjung Ni Nyoman Catri mengaku beberapa kali memanfaatkan moment pasar murah. “Saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah, karena sehari-hari saya buat kue basah dari tepung terigu, gula dan minyak goreng untuk dijual. Semoga pasar murah bisa digelar sesering mungkin,” imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia