Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lagi, Nelayan Hilang saat Melaut di Pantai Penuktukan

20 Mei 2019, 20: 46: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lagi, Nelayan Hilang saat Melaut di Pantai Penuktukan

HILANG: Jajaran Polsek Tejakula saat melakukan pencarian terhadap korban Ketut Suwiana di sepanjang Pantai Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Senin (20/5) sore. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TEJAKULA - Kasus nelayan hilang kembali terjadi di Buleleng. Kali ini dialami seorang nelayan bernama Ketut Suwiana, 51. Nelayan asal Banjar Dinas Kawanan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula ini hilang setelah melaut di perairan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Senin (20/5) sekira pukul 04.00 Wita. Kasus ini pun menambah daftar panjang hilangnya nelayan saat melaut.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) menyebutkan, korban Suwiana diketahui pergi mencari ikan di perairan Desa Penuktukan sejak pukul 02.30 Wita bersama anaknya Made Ardiaman, 25. Keduanya berangkat melaut dengan menggunakan jukung berbeda.

Keduanya sampai di rumpon sekitar pukul 07.00 Wita. Setelah beberapa jam melaut, keduanya tidak bertemu. Ketika memasuki pukul 14.00 wita, jukung milik korban Suwiana ditemukan oleh anaknya terkatung-katung di tengah laut, dalam kondisi tanpa awak. 

Ardiaman pun melakukan pencarian terhadap sang ayah. Lantaran tak membuahkan hasil, jukung tersebut dibawa ke tepi pantai. Ia pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tejakula.

"Sekitar pukul 14.00 wita, anaknya menemukan jukung korban di tengah laut. Namun tidak ada orangnya. Jukungnya sudah dibawa ke darat," ujar Kapolsek Tejakula,  AKP Wayan Sartika saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (20/5) sore.

Atas laporan tersebut, Polsek Tejakula berkoordinasi dengan petugas gabungan dari Basarnas, BPBD dan Pol Air Polres Buleleng langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap pria yang tergabung dalam kelompok nelayan Mina Karya Sejahtera Desa Penuktukan tersebut.

 "Kami sedang berkoordinasi dengan Basarnas dan Pol Air. Kami dari Polsek juga ikut melakukan pencarian dengan menelusuri keberadaan korban di sepanjang bibir pantai," imbuhnya.

Sementar Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan mengaku, saat ini masih mengecek lokasi perahu korban Suwiana ditemukan, untuk selanjutnya menentukan langkah pencarian. "Kami cross cek dulu informasinya, di mana perahunya ditemukan, dan di mana kemungkinan korban hilang. Selanjutnya kami petakan untuk turun melakukan pencarian," jelasnya.

Seperti diketahui, kasus hilangnya seorang nelayan juga terjadi di perairan Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Senin (13/5) lalu. Korban bernama  Kadek Ariasa, 32, warga asal Banjar Anyar, Desa Anturan, Buleleng.

Kadek Ariasa mencari ikan dengan menggunakan perahu, sejak Senin (13/5) sore sekira pukul 16.00 wita, di sekitar rumpon di wilayah Desa Kubutambahan. Hingga keesokan harinya, Selasa (14/5), seorang nelayan menemukan perahu milik Kadek Ariasa terombang-ambing di perairan Desa/Kecamatan Kubutambahan, tanpa awak.

Aksi pencarian pun terus dilakukan oleh tim SAR Buleleng.  Namun hingga Senin (20/5) sore, Kadek Ariasa tak kunjung ditemukan. Seusai SOP, kata Hendri, pencarian hanya dapat dilakukan selama tujuh hari. Artinya, proses pencarian terhadap Kadek Ariasa telah resmi dihentikan pada Senin (20/5). 

Saat hari terkahir pencarian itu, tim SAR menyisir hingga sejauh 40 nautikel mil. "Proses pencarian tidak diperpanjang karena target dan potensi kemungkinan ditemukan sangat kecil," pungkasnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia