Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Terima Diprotes Curang Berjudi, Muka Witana Dicelurit

20 Mei 2019, 21: 10: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tak Terima Diprotes Curang Berjudi, Muka Witana Dicelurit

DICLURIT: Wajah Witana masih diperban pasca diclurit pelaku berinisial Y, pada Minggu (19/5). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Dewa Putu Witana, 49, tak henti-hentinya mengucap syukur, meskipun mukanya masih diperban akibat luka bacokan. Pria asal Lingkungan Penarukan Desa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng selamat dari maut, setelah dikeroyok dan dicelurit oleh tetangganya berinisial Y dan PA.

Kasus berawal pada Minggu (19/5) sore. Kala itu Witana bersama anak keduanya Dewa Made Caniastara, 19, mendatangi rumah pelaku PA yang berlokasi di Gang Elang, Lingkungan Penarukan Desa. Ia datang untuk bermain judi Sanghong.

Awal permainan pun berjalan mulus. Namun benih-benih konflik datang saat memasuki pukul 23.00 wita. Witana mencium adanya perilaku curang dari pelaku. Korban pun protes dan meminta kepada pelaku Y untuk bermain sesuai dengan peraturan.

"Saat itu saya sudah menang. Tapi kok tidak dapat uang ayahan. Otomatis saya kan protes. Anak saya tidak main, tapi dia ikut ngomong kepada Y agar bermain sesuai peraturan. Entah kenapa, tiba-tiba Y ingin memukul anak saya. Langsung saya memeluk pinggang Y berusaha untuk melerai," ujarnya, Senin (20/5) di Mapolres Buleleng.

Apa daya, niat melerai malah berujung petaka. Witana justru dipukul pelaku PA yang tidak lain sepupu pelaku Y. PA yang diduga dalam kondisi pengaruh alkohol lantas memukul bagian kepala belakang korban Witana hingga membuatnya tersungkur.

Tak puas memukul bagian kepala korban, PA dan Y, sebut Witana, menendang dirinya berulang kali. Untung Witana berhasil menyelamatkan diri, dengan lari ke rumah sepupunya bernama Dewa Komang Ardita, 50 yang lokasinya tak jauh dari TKP.

Setelah berhasil melarikan diri, Ardita mengajak Witana ke rumah PA, dengan maksud untuk menyelesaikan masalah ini baik-baik. Terlebih, anak korban juga masih berada di rumah PA.

Sialnya, baru saja memasuki rumah PA, korban Witana langsung dibacok oleh pelaku Y dengan menggunakan celurit hingga membuat pipi kiri dan tangan kirinya terluka. Bahkan sang sepupu, Dewa Ardita juga tak luput dari serangan pelaku yang membabi buta sehingga mengalami luka robek di bagian bahu.

"Wajah saya sudah penuh darah. Akhirnya saya dibantu oleh sepupu saya (Dewa Ardita) lari menyelamatkan diri, lalu dibawa ke RSUD Buleleng. Tangan kiri saya dapat 20 jaritan, sedangkan pipi sekitar 10 jaritan. Kalau sepupu saya luka robeknya tidak terlalu panjang," ungkapnya. 

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengungkapkan, pelaku Y dan PA saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan oleh Pihak Unit Satreskrim Polres Buleleng. "Pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi," singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia