Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Maknai Harkitnas dengan Meneladani Spirit Gajah Mada

20 Mei 2019, 22: 36: 07 WIB | editor : Nyoman Suarna

Maknai Harkitnas dengan Meneladani Spirit Gajah Mada

APEL: Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat memimpin upacara peringatan ke-111 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/5). (HUMAS PEMPROV BALI FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Memaknai peringatan ke-111 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2019, seluruh masyarakat Indonesia diajak meneladani semangat Gajah Mada yang dikenal dengan Sumpah Palapa. Hal tersebut tertuang dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang dibacakan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra pada apel peringatan Harkitnas ke-111 di halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (20/5).

Apel yang berlangsung di Kantor Gubernur diikuti aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bali.

Menteri Rudiantara dalam sambutannya mangatakan, memang ada banyak versi tafsiran atas teks Sumpah Palapa. Terutama tentang apa yang dimaksud dengan amukti palapa. Meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat, amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, dia tidak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara.

Dia menilai, Sumpah Palapa merupakan embrio paling kuat bagi persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan Gajah Mada, telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional untuk mengikat wilayah Indonesia.

Oleh sebab itu, menurutnya, peringatan Harkitnas kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa. Karena saat ini Bangsa Indonesia tengah berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat.

“Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu. Namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Tak ada maslahatnya jika dipertajam, dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” ujarnya.

Masih terkait dengan perhelatan pesta demokrasi, Menteri Rudiantara juga mengajak masyarakat mendoakan para pahlawan demokrasi yang gugur dalam mengawal suksesnya pelaksanaan Pemilu Tahun 2019. Sebagai wujud penghormatan kepada mereka, dia mengajak seluruh komponen bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang tak lama lagi akan diumumkan lembaga terkait.

Di bagian lain, Rudiantara juga menyinggung keberadaan Indonesia sebagai negara yang majemuk, memiliki keragaman bahasa, suku, agama, kebudayaan. Dibandingkan berbagai negara di seluruh dunia, Indonesia memiliki bentang geografis dengan kemajemukan paling ekstrem.

 “Kita patut berbangga, karena hingga saat ini mampu menjaga persatuan. Saya yakin, kita pasti mampu kembali bersatu dari kerenggangan, perbedaan pendapat, keterbelahan sosial yang terjadi saat ini,” cetusnya.

Dia berkeyakinan, Harkitnas yang dilaksanakan dalam suasana bulan Ramadhan akan memberi semangat bagi seluruh komponen bangkit untuk bersatu. Kata dia, bulan suci menuntun umat Muslim mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah SWT, seperti permusuhan dan kebencian. Apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

 “Hingga pada ujung bulan Ramadhan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gajah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia