Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Suwirta Rancang Mutasi PNS Tiap Dua Tahun

20 Mei 2019, 22: 50: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Suwirta Rancang Mutasi PNS Tiap Dua Tahun

UCAPAN SELAMAT: Bupati Suwirta saat memberikan ucapan selamat kepada para PNS saat mutasi, Senin (20/5). (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta merancang PNS (pegawai negeri sipil) di Klungkung bertugas paling lama dua tahun di satu tempat atau satu jabatan. Itu berlaku untuk semua PNS. Hal tersebut disampaikan Suwirta di sela-sela pelantikan hasil mutasi PNS di GOR Swecapura, Senin (20/5).

Suwirta meminta pejabat tidak lebih dari dua tahun di tempat yang sama, agar yang bersangkutan tidak terlalu nyaman di satu tempat. Selain itu, untuk menambah wawasan bagi PNS bersangkutan, bukan hanya tahu satu bidang pekerjaan saja. Ini penting untuk karir yang bersangkutan. Terkecuali PNS yang mempunyai keahlian khusus.

 “Jangan nyaman di suatu tempat. Kalau nyaman, saya bertanya besar. Ada apa di sana,” kata Suwirta. 

Untuk menjalankan instruksi Suwirta itu, Sekda Klungkung Gede Putu Winastra dan jajarannya diminta mengatur jadwal mutasi, pada awal atau akhir tahun. Itu penting, agar pemindahan tidak mengganggu roda pemerintahan. “Aturannya maksimal lima tahun. Bisa dievaluasi,” terang Suwirta.

Dalam mutasi Senin (20/5), Suwirta melantik 215 PNS. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya setingkat kepala dinas. Yakni Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) I Nyoman Mudarta dimutasi menjadi staf ahli bupati Klungkung bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia. Dia menggantikan posisi Wayan Ringin. Sedangkan Ringin, yang notabene istri mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra, digeser menjadi kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Dia menggantikan I Nengah Sudiartha yang digeser menduduki jabatan Kadisbudpora.

Suwirta menegaskan, mutasi tersebut merupakan hal biasa dalam pemerintahan.  PNS yang dilantik agar menyesuaikan dengan tempat barunya. “Mutasi tidak ada yang aneh-aneh. Kalau ada yang bilang aneh, mungkin mereka sendiri yang merasa aneh,” kata Suwirta.

Mereka yang promosi dari staf menjadi pejabat, termasuk pejabat yang naik ke jabatan lebih tinggi, supaya bisa mengemban jabatan. Tidak malu bertanya, meskipun yang ditanya adalah staf. Bahkan Suwirta sempat menyinggung soal kerapian dalam perpakaian. Baju distrika, sepatu disemir, rambut dipotong rapi, termasuk jenggot bagi PNS laki-laki agar dirapikan.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia