Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

118 Advokat Peradi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bali

20 Mei 2019, 23: 17: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

118 Advokat Peradi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bali

ADVOKAT: Sejumlah advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Denpasar di bawah pimpinan Nyoman Budi Adnyana bersama Ketua Pengadilan Tinggi Bali I Ketut Gede, usai pelantikan dan pengambilan sumpah, Senin (20/5). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Sebanyak 118 orang advokat yang tergabung dalam DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Denpasar dilantik dan disumpah di Pengadilan Tinggi Bali, Senin (20/5).

Ratusan advokat tersebut diambil sumpahnya oleh Ketua Hakim Pengadilan Tinggi Bali I Ketut Gede. Sebelumnya mereka juga menjalani proses pelantikan secara organisasi yang dipimpin Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Zaenal Marzuki di tempat yang sama.

Usai pelantikan dan pengambilan sumpah, Zaenal menyebutkan, DPN memiliki tugas untuk melakukan pengangkatan. Serta sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, melakukan pengambilan sumpah.

“Setelah lulus ujian advokat, mereka harus menjalani pemagangan. Setelah lulus dan memenuhi syarat-syarat lainnya, Peradi bertugas untuk mengangkat dan melantik mereka sebagai advokat. Serta mengantarkan mereka ke pengadilan tinggi untuk diambil sumpah,” jelas Zaenal Marzuki.

Zaenal yang saat itu didampingi Ketua DPC Peradi Denpasar Nyoman Budi Adnyana menyebutkan, sebelum pelantikan dan pengambilan sumpah, 118 advokat tersebut juga menjalani pembekalan yang berlangsung Minggu (19/5) lalu di Hotel Nikki. Materi pembekalan diberikan Ketua Dewan Pembina Peradi Otto Hasibuan, Ketua Umum Peradi H. Fauzi Yusuf Hasibuan, serta Ketua DPC Peradi Denpasar Nyoman Budi Adnyana.

Zaenal menyebutkan, pembekalan itu sudah menjadi program tetap Peradi untuk membangun komitmen calon-calon advokat yang akan diangkat dan dilantik. “Mereka dibekali nilai-nilai advokat yang baik karena advokat juga penegak hukum. Sehingga saat menjalankan profesinya nanti tidak ngawur,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia