Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kerabat Kru Meninggal, Ajang Uji Nyali di Bekas RSU Bangli Batal

21 Mei 2019, 20: 08: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kerabat Kru Meninggal, Ajang Uji Nyali di Bekas RSU Bangli Batal

RAMAI: Masyarakat yang datang kecewa karena ajang uji nyali di bekas bangunan RSU Bangli batal digelar Senin malam (20/5) (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Sempat heboh di jagat dunia maya, ajang uji nyali yang rencananya dilakukan di bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli, oleh salah satu kelompok spiritual berdomisili di Tabanan, Senin malam (20/5) batal dilaksanakan. Berhembus kabar, panitia penyelenggara memutuskan membatalkannya lantaran kerabat salah seorang kru meninggal dunia.

Banyak spekulasi bermunculan terkait batalnya kegiatan perklenikan yang melibatkan para penekun spiritual tersebut. Koran ini mencoba menelusuri beberapa sumber untuk menanyakan penyebab pasti pembatalan kegiatan pendeteksian alam gaib. Namun sayangnya koran ini belum berhasil mengonfirmasi panitia.

Berdasarkan keterangan salah seorang warga, yang namanya enggan dikorankan, kabar meninggalnya kerabat salah seorang kru sudah diketahui beberapa jam jelang acara dimulai. Sesuai jadwal yang tertera pada poster, kegiatan dimulai pukul 21.00. "Dari polisi juga datang ke sini bilang acara batal. Tapi masih ditutup apa krunya yang meninggal atau kerabatnya," ujar sumber.

Informasi di lapangan juga menyebut, pembatalan pendeteksian alam gaib di bekas RSU Bangli, ada kaitannya dengan penghuni tak kasat mata yang menunjukkan eksistensi. Kabar burung itu makin kuat ketika ada isu, penunggu gedung bekas RS tidak terima adanya aktivitas berbau mistis digelar di sana. 

Kepala Lingkungan Banjar Kawan Kelurahan Kawan I Nengah Sujena mengaku tidak mendapat kepastian dari panitia penyelenggara terkait pembatalan acara. Padahal kabar bakal diadakannya acara tersebut kuat berhembus dari sejumlah akun media sosial, selebaran, dan poster. "Poster sudah ditempel di area gedung sama di jalan-jalan," sambungnya.

"Saya dua minggu sebelum hari H sudah dikirimi surat. Komunikasi lewat telepon juga. Tiga kali saya dihubungi. Katanya mau ngadain uji nyali. Saya sarankan mereka urus izin keramaian di kepolisian, tapi Senin malam tidak datang-datang," jelas Sujena, dihubungi via telepon Selasa (21/5).

Sujena enggan memastikan apakah pembatalan itu ada kaitannya dengan lokasi yang dijadikan tempat uji nyali. Namun dia mengamini, gedung bekas RS sangat angker. Banyak cerita yang muncul, mulai dari penampakan perawat, sosok anak kecil, hingga makhluk bertubuh besar dan hitam. "Aneh juga. Saya juga kaget waktu dikabari batal. Memang persiapan acaranya tidak begitu serius. Komunikasi panitia dengan saya juga gak terlalu lama," kata dia meyakini.

Menurut Sujena, bekas RSU Bangli kerap dijadikan tempat uji nyali atau ajang coba-coba bagi para pecinta dunia mistis. Sebab kondisi gedung yang menyeramkan dianggap mendukung. Oleh karena itu, para pembuat konten video media sosial semacam Youtube berlomba-lomba untuk mencicipi angkernya eks RSU yang berlokasi di Jalan Kusuma Yudha, Kota Bangli.

"Kalau yang kemarin jadi, artinya bekas rumah sakit itu sudah tiga kali dijadikan tempat uji nyali. Tapi yang sudah pernah jalan sudah dua kali. Saya senang dijadikan tempat seperti itu, biar pemerintah tahu mestinya bangunan itu apakah dibongkar atau diapakan," ketusnya.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi membantah adanya pembubaran paksa acara uji nyali oleh kepolisian Polres Bangli. "Itu kami meninjau saja. Gak ada itu namanya bubarin paksa," ungkap Sulhadi.

Dia mengatakan, panitia membatalkan acara itu lantaran kerabat salah seorang kru meninggal dunia. "Jadi acaranya batal. Mereka gak jadi ke Bangli. Itu menurut laporan ya. Kalau pastinya, hanya panitia yang tahu," pungkas Sulhadi.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia