Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Kali Tes Urine, Ismaya Mengelak Miliki Narkoba

21 Mei 2019, 20: 30: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dua Kali Tes Urine, Ismaya Mengelak Miliki Narkoba

DIGIRING: Ismaya saat digiring dari ruang Provos Polresta Denpasar menuju ruang tahanan setempat, Selasa (21/5). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - I Ketut Ismaya yang ditahan Polresta Denpasar sejak Rabu (14/5) lantaran kepemilikan sabu 0,73 gram, mengelak atas sangkaan sebagai pemilik barang tersebut. Hal tersebut disampaikan kepada awak media pada Selasa (21/5).

Ia mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan dua  kali tes urin yang menunjukkan hasil negatif. Yang diambilnya sendiri saat dalam tahanan Sat Res Narkoba Polda Bali.

"Itu bukan barang milik saya. Saya tidak pernah membeli narkoba. Barang itu ada di luar rumah saya. Saya minta media beritakan apa adanya. Saya tegaskan, kencing saya saat diperiksa negatif," ujar Ismaya saat digiring dari ruang Provos Polresta Denpasar menuju ruang tahanan setempat, Selasa (21/5).

Saat kejadian penangkapan tersebut, Ismaya diantar supirnya untuk menarik uang di ATM yang akan digunakan untuk membeli susu anaknya. Pun, Ismaya mengantongi bukti penarikan uang Rp 500 ribu tersebut.

"Saya beli susu anak, ambil Rp 500 ribu karena nggak ada uang. Juga sembako," ucapnya.

Usai menarik uang di ATM tersebut, tiba-tiba ada tiga orang yang membawa besi berjalan mendekatinya. Sontak pihaknya langsung berlari lantaran merasa nyawanya terancam. Apalagi, akunya, baru saja melepas jabatannya sebagai Sekjen Ormas Laskar Bali.

"Saya lihat ada tiga orang memakai baju hitam membawa besi," ucapnya.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan menyampaikan bahwa hasil tes urin tersangka Ismaya positif mengandung methamphetamine. Begitu juga barang bukti yang dikatakan sempat dibuang oleh Ismaya.

"Setelah kami cek urinya ke labfor disaksikan lawyernya. Positif methamphetamine. BB-nya juga," ucap Ruddi

Atas tertangkapnya Ismaya, Ruddi menyampaikan bahwa anggotanya tidak tahu bahwa yang ditangkap saat itu adalah Ismaya. Dan baru diketahui saat Ismaya berhasil ditangkap ketika melarikan diri. Kini tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 2009 dengan ancaman minimal 2 tahun penjara dan maksimal 4 tahun penjara.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia