Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pencarian Nelayan Suwiana Terkendala Angin Kencang

21 Mei 2019, 21: 16: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pencarian Nelayan Suwiana Terkendala Angin Kencang

PENCARIAN: Tim SAR Pos Buleleng melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang di perairan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TEJAKULA - Tim SAR Pos Buleleng terus melakukan pencarian terhadap Ketut Suwiana, nelayan asal Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula yang hilang saat melaut sejak Senin (20/5) dini hari. Proses pencarian pria 51 tahun tersebut terus diperluas hingga 20 Nautical Mile (mil laut) di perairan Penuktukan, Kecamatan Tejakula.

Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan mengungkapkan, proses pencarian warga Dusun Kawanan itu, dilakukan dalam dua shif. Khusus pagi hari pencarian dimulai sejak pukul 08.00 hingga 10.30. Selanjutnya siang hari dimulai pukul 14.00 hingga 16.00.

 “Proses pencarian kurang lebih di 20 Nautical Mile. Lokasi pencarian masih kami pusatkan di perairan Penuktukan. Selama pencarian, kami hanya gunakan satu boat, beranggotakan empat orang,” ujar Dewa Putu Hendri Gunawan saat dikonfirmasi Selasa (21/5) siang.

Upaya pencarian mengalami kendala cuaca. Dia menyebut, kondisi angin cukup kencang. Begitu juga dengan ketinggian ombak sekitar 0,25 meter hingga 1 meter. Atas kondisi itu, tim SAR sebut Dewa Hendri belum berani memperluas pencarian, mengingat cuaca yang tidak bersahabat. “Takutnya tiba-tiba ada gelombang besar. Biar lebih aman,” imbuhnya lagi.

Saat ditanya kemungkinan pemicu hilangnya korban, Dewa Hendri enggan berspekulasi. Terlebih tak ada saksi yang melihat apa yang dialami korban di tengah laut. Menurutnya, kasus ini sama persis dialami seorang nelayan asal Desa Anturan, Kecamatan Buleleng bernama Kadek Ariasa, yang hingga kini juga belum ditemukan, ketika dilaporkan hilang sejak Senin (13/5).

“Memang, dari pengakuan anak korban (Made Ardiaman, red) ombak tergolong besar saat korban melaut. Kami tidak tahu persis bagaimana korban bisa hilang. Karena tidak ada saksi yang melihat. Proses pencarian tetap sesuai SOP, maksimal hingga tujuh hari,” jelasnya, sembari mengatakan pencarian juga dibantu Satuan Polairud Polres Buleleng, TNI AL dan BPBD Buleleng.

Diberitakan sebelumnya, kasus nelayan hilang kembali terjadi di Buleleng. Kali ini dialami Ketut Suwiana. Nelayan paruh baya ini hilang setelah melaut di perairan Desa Penuktukan, Senin (20/5) sekitar pukul 02.30.

Suwiana diketahui pergi mencari ikan di perairan Desa Penuktukan sejak pukul 02.30 bersama anaknya Made Ardiaman, 25. Keduanya berangkat melaut dengan menggunakan jukung yang berbeda.

Keduanya sampai di rumpon sekitar pukul 07.00. Setelah beberapa jam melaut, keduanya malah tidak bertemu. Yang mengejutkan, sekitar pukul 14.00, jukung yang digunakan Suwina ditemukan sang anak terkatung-katung di tengah laut, dan tanpa keberadaan korban.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia