Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Biaya Pilkada Tabanan Diprediksi Tembus Rp 25 Miliar

21 Mei 2019, 22: 04: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Biaya Pilkada Tabanan Diprediksi Tembus Rp 25 Miliar

DISKUSI: KPU Tabanan menggelar diskusi terkait penyusunan anggaran Pilkada 2020, Selasa (21/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Kendati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tabanan masih satu tahun lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan mulai menyusun proposal anggaran Pilkada 2020. Salah satunya dengan menggelar pertemuan pada Selasa (21/5) bersama instansi terkait. Tujuannya membahas mekanisme penyusunan proposal anggaran.

Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa mengatakan, anggaran Pilkada 2020 diperkirakan bakal lebih besar dibandingkan Pilkada lima tahun lalu. Saat itu KPU Tabanan mengusulkan anggaran sebesar Rp 20 miliar lebih, dan disetujui sebesar Rp 16 miliar. Dalam perjalanannya, anggaran yang terpakai sebesar Rp 13 miliar, sehingga sisa anggaran tersebut dikembalikan ke kas daerah.

“Lima tahun lalu tidak ada pengadaan kotak suara, sedangkan tahun depan akan ada pengadaan kotak suara, karena yang sebelumnya sudah dilelang. Mungkin lebih dari Rp 20 miliar,” ucapnya.

Perkiraan besaran anggaran tersebut, juga lantaran adanya honor petugas. Mulai dari PPK, PPS, kemudian petugas KPPS, di mana lima tahun lalu ada 779 TPS. Sedangkan untuk Pilkada tahun depan, jumlah TPS bakal bertambah, sehingga anggaran pun dipastikan bakal bertambah. “Di samping itu, kita juga harus memikirkan hal-hal di luar dugaan, seperti pemungutan suara ulang, atau adanya gugatan yang memerlukan anggaran. Kalau hal itu tidak terjadi, anggarannya akan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, acara pertemuan juga diisi dengan diskusi mengenai mekanisme pengajuan anggaran Pilkada 2020. Pihaknya meminta daftar standar biaya daerah yang akan dijadikan dasar untuk menyusun proposal anggaran.

 “Jadi kami akan menyusun proposal dulu. Setelah itu baru diajukan ke Bupati Cq Bagian Ekonomi Pembangunan. Dari Cq ke Kesbangpol. Nah, Kesbangpol yang akan menggodok usulannya. Setelah teregister, baru dibawa ke Bagian Keuangan untuk diproses TAPD,” paparnya.

Adapun dalam penyusunan proposal tersebut, tentunya menyesuaikan dengan Permendagri, dan berbagai hal yang diperlukan. Seperti honor PPK, PPS dan lainnya. “Tentu harus disesuaikan, biar tidak menentukan anggaran dengan seenaknya,” lanjutnya.

Pihaknya pun ditarget untuk mengajukan usulan anggaran pada Juni 2019. Sehingga minggu ini KPU Tabanan akan menyusun proposal. Setelah anggaran disetujui, dana akan cair dalam tiga tahap. Tahap pertama pada tahun 2019, tahap kedua tahun 2020, dan tahap ketiga tahun 2021 atau saat pelantikan.

“Tetapi pengamprahannya tetap satu gelombang, dan kami targetkan Juni 2019. Kalau bisa sebelum itu. Ini kan sudah akhir Mei, jadi kami akan genjot sebelum libur panjang,” jelas Subawa.

Dalam pertemuan Selasa (21/5), selain dihadiri KPU Tabanan, turut hadir perwakilan dari Bapelitbang, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Inspektorat, dan Bawaslu Tabanan.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia