Minggu, 17 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Upacara Mendem Pedagingan di Muding Kelod

Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Upakara Rp 300 Juta

21 Mei 2019, 22: 37: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Upakara Rp 300 Juta

KARYA: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Padudusan Alit lan Mupuk Padagingan di Pura Begawan Penyarikan, Banjar Adat Muding Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Senin (20/5). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Padudusan Alit lan Mupuk Padagingan di Pura Begawan Penyarikan, Banjar Adat Muding Kelod, Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Senin (20/5). Kehadiran Bupati bertepatan dengan upacara Macaru Melaspas dan Mendem Padagingan lan Ngalinggihang yang dipuput Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kerta Buana. Puncak karya akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Mei nanti, bertepatan dengan Tumpek Landep.

Bupati Giri Prasta dalam kesempatan itu juga mendem padagingan dan menandatangani prasasti, sekaligus menyerahkan dana upakara sebesar Rp 300 juta. Saat itu, Bupati Giri Prasta didampingi anggota DPRD Budung AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, dan Kabag Humas Setda Badung I Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Hadir pula Camat Kuta Utara AA Ngurah Arimbawa beserta unsur tripika kecamatan, Lurah Kerobokan Kaja I Made Adnyana, Bendesa Adat Kerobokan AA Putu Sutarja, tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta, serta kelihan adat dan dinas Banjar Muding Kelod.

  
Prawartaka Karya I Wayan Sutama mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung yang senantiasa hadir dan selalu mambantu kebutuhan masyarakat Badung, khususnya krama Banjar Muding Kelod. Dijelaskannya, pembangunan Bale Banjar Muding Kelod sudah berjalan lancar sesuai rencana. Bangunan yang sudah diperbaiki, meliputi bangunan parhyangan Pura Begawan Penyarikan, bale gede, pawaregan dan tembok panyengker. Pembangunan ini menghabiskan dana Rp 1,6 miliar dari bantuan hibah Pemkab Badung.

 “Ke depan kami berharap agar Pemkab Badung selalu membimbing dan memberi arahan terhadap segala kebutuhan krama di sini, karena masih ada rencana untuk membangun wantilan di banjar dan perbaikan jalan serta trotoar yang ada di Muding Kelod,” ujarnya.


Sementara Bupati Giri Prasta berharap krama banjar selalu berbakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, terutamanya di Pura Bewagan Penyarikan yang ada di Banjar Muding Kelod ini. Dijelaskannya, Pura Begawan Penyarikan adalah sebagai dewa pengayom organisasi. Karena Beliau adalah Dewa Administrator yang agung. Beliau dipuja atau distanakan di banjar-banjar dengan sebutan Ratu Begawan Penyarikan, sebagai dewa organisasi.

 “Maka dari itu, semua krama yang ada di banjar ini melakukan sangkep dan berkumpul untuk ngrastiti bakti atau meminta berkah kepada Ida Begawan Penyarikan, baik dia pengusaha, perbekel atau kelian. Semua di sini meminta berkah agar selalu dituntun ke arah yang benar,” terangnya.


Lebih lanjut dikatakan, bale banjar merupakan simbol dari budaya Bali. Maka dari itu, Bupati Giri Prasta meminta agar krama Banjar Muding Kelod dapat bersatu, yaitu sagilik saguluk saluwung-luwung lan subayantaka, sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera, yang sering disebut dengan gemah ripah loh jinawi.

Selain itu, Bupati Giri Prasta juga berharap agar masyarakat krama Muding Kelod selalu meningkatkan kesadaran akan kebersihan, menjaga kesucian bale banjar dan Pura Begawan Penyarikan. Diharapkan, krama banjar memiliki tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) dengan menerapkan sistem reuse, reduce dan recycle.

 “Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Recycle berarti mengolah kembali atau mendaur sampah itu menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat,” jelasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia