Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Warga Keluar Melebihi yang Masuk Badung

21 Mei 2019, 23: 04: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Warga Keluar Melebihi yang Masuk Badung

JUMPA PERS: Kadisdukcapil Badung Nyoman Soka saat acara jumpa pers di Press Room Bagian Humas Setda Badung, Selasa (21/5). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Meski Pemkab Badung menerapkan berbagai program pro-rakyat, tak menyebabkan warga luar Badung membludak. Bahkan berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jumlah warga yang keluar Badung justru lebih banyak.

Hal tersebut sempat disinggung Kadisdukcapil Badung Nyoman Soka, Selasa (21/5) saat jumpa pers. 

Pada kegiatan yang juga dihadiri Kasubbag Komunikasi dan Pelayanan Pers IB Wisnawa Kesuma tersebut, Soka memaparkan sejumlah data. Tahun 2018, warga yang keluar Badung tercatat 3.562 orang. Sementara warga yang masuk ke Badung tercatat 3.392 orang. “Pada 2018, jumlah yang keluar lebih banyak 170 orang,” ungkapnya.

Sementara hingga April 2019, warga yang keluar tercatat 906 orang, sementara masuk hanya 352 orang. “Selisihnya 554 orang, lebih banyak yang keluar,” ucapnya Soka, didampingi Kasi Pindah dan Datang Wayan Bhaskara dan Kasi SIAK Wayan Artayasa.

Mengenai alasan kepindahan, pria berkumis ini mengatakan, lebih banyak karena masalah pekerjaan dan pindah tempat tinggal. Dia pun menegaskan, sesuai dengan instruksi Dirjen di Kemendagri, warga negara Indonesia berhak tinggal di mana saja, di wilayah Republik Indonesia. Terpenting, memiliki surat pindah resmi dari daerah sebelumnya.

Meski demikian, untuk di Badung, Soka menyatakan, memang menerapkan beberapa syarat tambahan bagi warga yang hendak tinggal. “Di antaranya, orang yang pindah ke wilayah Badung harus memiliki pekerjaan tetap, serta memiliki tempat tinggal tetap. Selain itu, ada penjamin dari tuan rumah yang diketahui kades maupun lurah di tempatnya tinggal,” terangnya.

Dia menegaskan, syarat tersebut menjadi filter bagi warga luar yang ingin tinggal di Badung. “Jika memang persyaratan tersebut telah dipenuhi, tentu saja tak ada alasan untuk menolak warga yang ingin tinggal di wilayah Badung,” yakinnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia