Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pengobatan Berbasis Back to Nature, Sosialisasi VCO di Cemagi

22 Mei 2019, 11: 38: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pengobatan Berbasis Back to Nature, Sosialisasi VCO di Cemagi

SOSIALISASI: Tim sosialisasi Pengabdian Masyarakat Internal Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar tahun 2019 dalam sosialisasi pembuatan VCO pada ibu-ibu PKK Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung akhir pekan lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BADUNG - Virgin Coconut Oil (VCO) atau yang lebih dikenal dengan nama Minyak Kelapa Murni menjadi salah satu komoditi ekonomi yang memiliki nilai jual yang tinggi. Khususnya untuk produk konsumsi dan sebagai bahan pengobatan yang berbasis back to nature.

Demikian diungkapkan Dewa Ayu Ika Pramitha S.si M.Si didampingi Pelaksana Kegiatan, Agung Ari Chandra Wibawa, S.Si M.Si dalam Sosialisasi Pemanfaaran Virgin Coconut Oil (VCO) dalam kehidupan sehari-hari. Pada Warga Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung akhir pekan lalu. Yang merupakan program Hibah Pengabdian Masyarakat Internal Fakultas  Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar tahun 2019.

Meskipun memiliki nilai jual yang tinggi dan manfaat yang banyak, namun pengetahuan masyarakat terhadap VCO diakuinya masih rendah. “Sehingga diperlukan sosialisasi dan pelatihan mengenai manfaat dari VCO ini,” jelasnya Selasa (21/5) kemarin di Denpasar.

Adapun bentuk edukasi yang dilakukan adalah pelatihan tentang proses pembuatan VCO serta proses pembuatan  produk turunan dari VCO, yakni minyak kemiri. Hal ini dikatakan Ika karena selain sebagai produk konsumsi, VCO juga memiliki manfaat untuk kosmetik dan pemeliharaan rambut.

Adapun manfaat dari produk olahan VCO yang sudah dicampur dengan kemiri dan bunga kenanga adalah untuk menjaga keindahan rambut dan mencegah terjadinya uban di usia dini. “Selain itu, melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat Cemagi memahami jika minyak tandusan dan VCO itu berbeda,” lanjutnya.

Adapun perbedaannya adalah, minyak tandusan  yakni  minyak kelapa yang dibuat dengan proses pemanasan. Sehingga minyak ini memiliki hasil akhir yang tidak baik bagi kesehatan. Karena senyawa yang dihasilkan adalah Minyak dengan lemak jenuh rantai panjang.

Sedangkan untuk VCO merupakan minyak kelapa yang dibuat tanpa proses pemanasan, sehingga menghasilkan minyak kelapa murni dengan senyawa lemak jenuh rantai pendek/sedang. “Sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh dan bisa memberikan efek kesehatan yang lebih optimal, seperti penurunan kadar koleterol jahat dalam darah,” tambahnya.

Pembicara lainnya, I Wayan Karta Spd M.Si mengyebutkan, kurangnya pengetahuan masyarakat Cemagi mengenai VCO ini tidak terlepas dari belum pernah adanya sosialisai mengenai proses pembuatan produk VCO kepada masyrakat. “Dengan adanya sosialisasi ini, kami harap masyarakat bisa mengetahui manfaat dari VCO ini dan bisa menjadi salah satu sumber penghasilan,” jelasnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia