Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Cerai, Konsumsi Ganja Selama 15 Tahun, Lantaran Butuh Inspirasi

22 Mei 2019, 18: 41: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Cerai, Konsumsi Ganja Selama 15 Tahun, Lantaran Butuh Inspirasi

INSPIRASI: Ni Nyoman Melati, manajer sebuah hotel di Kuta, sudah 15 tahun mengkonsumsi ganja lantaran butuh inspirasi sejak bercerai dengan suaminya (AYU AFRIA ULIFA/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR — Ni Nyoman Melati, 48, kini mendekam di Mapolres Badung sejak Senin (20/5) sekitar pukul 20.10 usai ditangkap  Sat Res Narkoba Polres Badung di rumahnya Jalan Kubu Anyar Gang Kresek Nomor 10/41 Lingkungan Jaba Jero Kuta. Dari tangan wanita single parent ini petugas mengamankan dua paket ganja dan tujuh linting rokok yang di dalamnya berisi ganja seberat 15,53 gram netto.

Pengakuannya kepada petugas, Melati sudah 15 tahun mengkonsumsi ganja yang dibelinya dari Anak Agung Ngurah Sukadana, 42, dengan alasan untuk inspirasi. “Kecanduan. Sejak bercerai dan suaminya meninggal, tersangka ingin menenangkan diri. Pengakuannya untuk inspirasi atau imajinasi karena yang bersangkutan ini manajer salah satu hotel di Kuta yang tidak bisa saya sebutkan namanya,” ungkap Waka Polres Badung Kompol Sindar Sinaga didampingi Kasat Resnarkoba Polres Badung AKP I Komang Ngurah Sucahyadi, Rabu (22/5).

Saat dilakukan penangkapan, petugas mengamankan paket plastik berisi daun, batang dan biji kering ganja, serta tujuh linting rokok ganja yang disimpan di dalam lemari TV dalam kamarnya. 

Dari tangan manajer hotel  ini, petugas kemudian mendapatkan informasi jaringannya. Sekitar pukul 20.20 pada hari yang sama, petugas kembali mengamankan Anak Agung Ngurah Sukadana di rumah Melati. Dari hasil penggeledahan, di dalam saku celana belakang sebelah kanan, petugas menemukan tiga linting ganja dan satu paket hasis. Sedangkan penggeledahan di  rumah Sukadana di Jalan Raya Kuta Nomor 116 Banjar Temacun, Kuta, petugas menemukan dua paket ganja dan satu paket hasis di dalam lemarinya. 

Sedangkan Wayan Marantika, 25, seorang pegawai honorer bagian perencanaan kantor desa di Denpasar, ditangkap Selasa (14/5) pukul 24.00 di Jalan Pulau Galang Gang Penataran Sari Banjar Gunung, Pemogan. Aksinya terbongkar setelah tersangka mengendarai NMax DK 1337 OK menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan di sekitar TKP.

Dari hasil penggeledahan ditemukan bekas bungkus rokok Dunhill warna putih di dashboard kiri depan sepeda motor pelaku. Setelah dibuka, isinya satu plastic klip sabu. Tersangka mengaku mendapatkan barang dari rekannya berinisial GK yang kini menjadi warga binaan Lapas Kelas II A Kerobokan.

“Tersangka ini dapat dari temannya dalam lapas itu. Saling kenal, karena tersangka masih memiliki hutang kepada temannya yang ada di dalam lapas. Katanya hutang masih sisa Rp 2 juta. Jadi dibayar dengan jualan sabu itu untuk melunasi hutangnya,” imbuh Ngurah Sucahyadi.

Modus pengedaran sabu, oleh pelaku, dilakukan dengan sistem tempel. Dan diberikan untung sebesar Rp 800 ribu sekali tempel. Sedangkan sekali mengambil sebanyak 5 gram sabu yang kemudian dipecah-pecah sesuai petunjuk warga binaan tersebut. “Katanya ini kedua kali dia ngambil. Apa pun masalahnya, baik ekonomi, bukan alasan pembenar untuk bisnis narkoba. Yang sudah pasti, melanggar hukum,” tegasnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia