Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tahu Dilaporkan, Pemerkosa Anak Yatim Piatu di Sanur Sempat Kabur

22 Mei 2019, 19: 12: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tahu Dilaporkan, Pemerkosa Anak Yatim Piatu di Sanur Sempat Kabur

PERKOSA: Tersangka pelaku pemerkosaan terhadap gadis yatim piatu, di sebuah hotel di Sanur, berhasil diciduk polisi di Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Blimbing Malang Jawa Timur. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Pelaku pemerkosaan terhadap gadis yatim piatu berinisal DPT, 18, di Penginapan Pondok Arta, Jalan Merta Sari Nomor 919, Sanur yang diketahui bernama Dedy Wahyu Al Rahman, 18, sengaja kabur setelah  mendengar korban melaporkannya ke Mapolresta Denpasar, usai kejadian pada Rabu (15/5).

Tersangka asal Dusun Krajan RT III RW II Desa Gombolirang Kecamatan Kabat, Banyuwangi ini dibekuk di rumah ibu kandungnya yang bernama Alim di Jalan Juanda, Kelurahan Jodipan, Blimbing Malang Jawa Timur pada Senin (20/5) pukul 19.00.

 "Setelah tahu korban lapor polisi, tersangka bersembunyi di Jalan Juanda, Malang, Jawa Timur. Tersangka bekerja di salah satu perusahaan water sport di Tanjung Benoa," ucap Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono, Rabu (22/5).

Dari hasil interogasi, tersangka sempat mengancam korban jika tidak mau diajak bertemu. Tersangka mengatakan akan mendatangkan salah satu ormas di Bali ke tempat tinggal korban. Lantaran itulah korban bersedia diajak bertemu pada hari Rabu (15/5). Keduanya baru kenal di media sosial Facebook pada Sabtu (11/5), yang kemudian percakapan keduanya berlanjut pada pesan messenger. “Beberapa kali juga melakukan video call melalui whatsapp, hingga korban diajak bertemu,” imbuhnya.

Sampai di penginapan, tersangka berbicara dengan seseorang yang tidak korban kenal, sedangkan korban berada di parkiran. Setelah selesai berbicara, korban diajak masuk ke dalam kamar dan dikunci. Tersangka langsung memukul korban dan memperkosanya. Lantaran berusaha berteriak meminta tolong, leher korban pun dicekik. Puas melampiaskan nafsu bejatnya, korban langsung diantar pulang.

Beberapa barang bukti, di antaranya sebuah baju kaos warna putih, celana pendek kain warna coklat, baju rompi warna biru, singlet warna hitam, BH warna merah, celana panjang jins biru dan celana dalam warna orange.

“Tersangka kami jerat Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 289 KUHP dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara,” ungkapnya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia