Jumat, 20 Sep 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Objek Wisata Swafoto Sepi Pengunjung, Hanya 10 Orang per Hari

22 Mei 2019, 20: 28: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Objek Wisata Swafoto Sepi Pengunjung, Hanya 10 Orang per Hari

PANORAMA: Green Valley Bangli menjual panorama alam untuk gaet wisatawan yang suka swafoto atau selfie. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Sempat booming lewat sosial media, obyek wisata yang menawarkan lokasi swafoto atau selfie, kini mulai ditinggal penggemarnya. Tak seperti saat awal dibuka, mampu meraup kurang lebih 100 pengunjung per hari. kini jumlah pengunjung tidak sampai 10 orang per hari.

Salah satu obyek wisata foto di Bangli yang mengalami penurunan kunjungan adalah Green Valley Bangli. Obyek wisata yang terletak di Banjar Antugan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku itu sudah mengalami penurunan pengunjung sejak awal tahun.

Pengelola Green Valley I Nengah Muliana tak menampik munculnya banyak obyek wisata baru yang kompetitif. Beberapa obyek yang menawarkan panorama alam di atas anjungan mulai kalah dari wisata air terjun. "Kalau air terjun, saya akui selalu ramai," ungkap Muliana, Rabu (22/5).

Bali Express sempat berkunjung ke Green Valley. Di sana terdapat beragam tempat foto yang asyik, seperti anjungan bunga matahari, anjungan cinta, balon udara, hingga wahana menarik lainnya. Tiket masuknya pun murah, hanya Rp 10 ribu untuk lokal, dan Rp 15 ribu untuk mancanegara.

Namun sayang, beberapa wahana semakin tak terawat. Muliana mengaku, fasilitas seperti food centre yang belum tersedia, membuat wisatawan enggan berlama-lama. "Ke depan kami berusaha menambah lagi pelayanan supaya kunjungan kembali normal," tegasnya.

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Merta, tidak menepis bahwa sejumlah obyek wisata di Bangli sepi. Menurutnya, hal itu sudah biasa. 

Birokrat asal Tabanan itu menjelaskan, pada awal hingga pertengahan tahun, kunjungan wisatawan memang sedikit jika dibandingkan pertengahan hingga akhir tahun. Misalnya Juni-Agustus, dan Oktober-Desember.

"Pengaruh dari adanya aktivitas sekolah, misalnya ujian, UN. Akibatnya tidak ada musim liburan. Setelah semua aktivitas sekolah selesai, Juni atau Juli sudah  kembali pulih," kata Merta.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia