Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Screenshot WA Tentang Suwirta, Ketua Fraksi Gerindra Panggil Wijana

22 Mei 2019, 21: 27: 49 WIB | editor : Nyoman Suarna

Screenshot WA Tentang Suwirta, Ketua Fraksi Gerindra Panggil Wijana

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang juga Dewan Pembina Partai Gerindra Klungkung. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Screenshots percakapan grup whatsapp Partai Gerindra Bali yang beredar ke kalangan media, ditelusuri Partai Gerindra. Ternyata, percakapan yang membicarakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang notabene Dewan Pembina Partai Gerindra Klungkung, pertama kali dibocorkan oleh anggota DPRD Bali dari Fraksi Gerindra I Nengah Wijana.

Buntutnya, Wijana yang merupakan ipar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta itu, dipanggil Ketua Fraksinya I Gede Ketut Nugrahita Pendit, Senin (27/5) mendatang. “Kalau soal Pak Suwirta dikeluarkan dari grup WA, saya kira tidak jadi persoalan. Yang dicari adalah yang screenshot percakapan grup DPD,” jelas Ketua  Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra Klungkung I Ketut Juliarta, Rabu (22/5).

Hanya saja, pihaknya enggan menyebut orang yang pertama kali membocorkan itu. Yang pasti, orang yang dicurigai itu akan dipanggil oleh Pendit. Internal partainya curiga dengan satu dari anggota grup itu karena dari hasil screenshot terlihat foto orang yang dijadikan latar handphone.

 Selain itu, tidak sembarang kader masuk grup tersebut. Mereka yang tergabung dalam grup adalah anggota DPRD dan sejumlah pengurus, di antaranya ketua, sekretaris dan bendahara. “Jadi lebih mudah cari orangnya,” jelasnya. Ia curiga percakapan sengaja dilempar ke publik untuk membenturkan Suwirta dengan Gerindra supaya Suwirta hengkang dari Gerindra.

Dikonfirmasi terpisah, Wijana mengakui dirinya membocorkan percakapan itu. Namun hanya kepada Suwirta. Ia menepis tudingan bahwa itu dilakukan agar Gerindra pecah dengan Suwirta.  “Sama sekali tidak ada niat buruk,” ujar Wijana.

Ia membocorkan percakapan itu kepada Suwirta karena ingin hubungan baik terjalin antara Suwirta dan Partai Gerindra. Apalagi, selain sebagai bupati diusung Partai Gerindra, Suwirta adalah kader. Tidak baik kalau sampai tidak harmonis dengan kader lain.

 “Maksud saya baik. Ada keluhan dari teman-teman saya sampaikan, karena Suwirta tidak masuk di grup,” jelasnya. Namun ketika percakapan itu kemudian menyebar, ia pun tidak tahu. Pun demikian ketika disinggung screenshots lain, yakni Suwirta dikeluarkan dari grup WA DPC Partai Gerindra juga tidak diketahuinya.

 “Saya hanya terlibat soal grup WA Gerindra Bali. Kalau yang lain saya tidak tahu,” tandas Wijana yang mengaku sudah menceritakan persoalan itu kepada ketua fraksinya, dan  Wakil Ketua DPRD Bali dari Partai Gerindra I Nyoman Suyasa.

Seperti diketahui, ada dua jenis screenshots percakapan WA terkait Suwirta beredar. Yaitu terkait Suwirta dikeluarkan dari grup WA DPC Partai Gerindra, dan grup WA Partai Gerindra Bali yang membicarakan Suwirta.

Dikonfirmasi secara terpisah Rabu petang (22/5), Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali, I Gde Ketut Nugrahita Pendit, membenarkan rencana pihaknya memanggil Nengah Wijana.

Politisi asal Tabanan itu menyebutkan, pemanggilan itu bertujuan untuk mengkonfirmasi, apakah benar Wijana yang membocorkan screenshot percakapan di grup internal Whatsapp Partai Gerindra Bali ke Nyoman Suwirta.

 “Iya, kami mau minta konfirmasinya, sehubungan yang kemarin itu (bocornya percakapan di grup internal Partai Gerindra),” jelasnya.

Politisi yang akrab disapa Tut Jay itu menyebutkan, pihaknya belum mengetahui dengan detail persoalan yang terjadi di Klungkung, sehingga pihaknya pun merasa perlu meminta klarifikasi kepada Wijana yang notabene anggota DPRD Bali dari fraksi yang dipimpinnya.

 “Tiyang nggak tahu persoalannya seperti apa. Kalau memang iya seperti demikian (membocorkan), motifnya apa mengirim ke Bupati (Nyoman Suwirta),” tukasnya.

Meski begitu, melihat agenda di DPRD Bali sendiri, pihaknya masih mencari waktu yang tepat. Paling tidak pemanggilan itu akan dilakukan minggu depan. Karena saat ini, Komisi II tempat Wijana bertugas juga sedang memiliki agenda tugas. “Terus Sabtu nanti Tumpek Landep. Mungkin minggu depan,” pungkasnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia