Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tiga Penjambret Wisatawan Asing Ditangkap Polsek Kuta

23 Mei 2019, 20: 10: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tiga Penjambret Wisatawan Asing Ditangkap Polsek Kuta

DIAMANKAN: Pelaku jambret dan penadah barang curian yang diamankan Polsek Kuta. (AYU AFRIA ULIFA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Tiga orang pelaku jambret dan dua orang penadah diamankan Tim Opsnal Polsek Kuta, diback-up Tim Jatanras Polresta Denpasar dan Satgas CTOC dalam kurun waktu yang berbeda. Di antaranya Mohammad Amin Sanaei alias Agus, 20 asal Jalan Danau Buyan Raya Jimbaran, I Komang Tambun, 20 asal Pemogan, dan I Komang Devayana alias Mang Pong, 21 asal Kubu Karangasem. Serta dua orang penadah, Selamet Rianto, 22 dan Yanto Susilo, 31.

“Mereka melakukan aksinya di 21 TKP. Modusnya memonitor korban. Saat sepi dan korban lengah, tersangka langsung memanfaatkan situasi. Tersangka menarik handphone korban yang sedang sendirian dan mengecek handphonenya melihat Google Map. Salah satu korbannya yang sedang viral yaitu warga negara Singapura,” terang Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan,  Kamis (23/5).

Penangkapan tersangka berawal dari laporan para korban warga negara asing yang sedang berkunjung ke Bali, di antarnya warga negara Australia, India, Singapura dan beberapa warga negara asing lainnya. Setelah ditindaklanjuti, petugas berhasil mengamankan Tambun, Senin (6/5) di rumahnya Jalan Mekar Jaya Blok BV/22 Pemogan. Lalu Amin ditangkap Selasa (14/5) di Taman Griya Jimbaran.

Dari pengakuan kedua tersangka, petugas kepolisian kemudian mengamankan dua orang penadah dalam satu kamar di Perumahan Cita Selaras Nomor 41 Abian Timbul di Jalan Imam Bonjol, Rabu (15/5) pagi. “Mereka sudah tahu kalau barang yang dijual oleh tersangka adalah  hasil curian,” imbuhnya.

Petugas kemudian kembali menangkap Komang pada Minggu (19/5) di rumahnya Karangasem. Para tersangka mengaku saling kenal, namun tidak dalam satu jaringan. Dari informasi yang dihimpun, kepada petugas Tambun mengaku menjambret dan hasilnya digunakan untuk beli baju. Sedangkan Amin yang merupakan blasteran Timur Tengah ini kepepet kebutuhan untuk membelikan susu anak. Dan tersangka Komang menggunakan hasil menjambretnya untuk bermain judi tajen.

“Dalam satu hari saja bisa mendapat korban 2 orang. Mereka ini pemain kambuhan yang menyasar wisatawan asing sejak Januari. Korbannya ada yang sampai luka-luka seperti warga Singapura yang viral itu,” ucapnya.

Bebebapa lokasi yang diakui tersangka di antaranya di Depan Bali Bakery, Jalan Sunset Roat, Jalan Plawa Seminyak, Jalan Baik-Baik, Jalan Mertanadi, Jalan Saraswati, Bypass Ngurah Rai, Jalan Dewi Sartika, Jalan Bidadari Seminyak dan wilayah Canggu, Kuta Utara.

Dari tangan para tersangka, petugas mengamankan 3 unit sepeda motor, 12 buah handphone, 39 casing, helm yang digunakan tersangka saat beraksi, STNK motor pelaku, plat nomor dan berbagai pakaian hasil kejahatan.

“Beberapa barang bukti dijual dengan harga Rp 700 ribu, Rp 1,5 juta, ada yang Rp 600 ribu dan Rp 2,8 juta, tergantung mereknya. Tersangka tahu merek, kalau handphone yang bagus dia jual setengah harga, misalnya dari Rp 12 juta, dijualnya Rp 6 juta,” paparnya.

Tersangka dijerat Pasal 362, 363 dan 365 KUHP dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 9 tahun penjara. Pun, petugas masih melakukan pengembangan terkait nama-nama pelaku lain yang disebut oleh para tersangka.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia