Rabu, 16 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Suwirta Hengkang, Partai Gerindra Berang

23 Mei 2019, 21: 07: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Suwirta Hengkang, Partai Gerindra Berang

HENGKANG: Suwirta menunjukkan surat pengunduran diri. Dia merasa tidak dibutuhkan Partai Gerindra. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, KLUNGKUNG: Kisruh Partai Gerindra dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mencapai klimaksnya. Suwirta memutuskan hengkang dari partai yang telah dua periode mengusungnya menjadi bupati Klungkung.

 

Suwirta menegaskan, keputusan itu diambil tanpa ada tekanan pihak tertentu atau iming-iming masuk partai lain. Keputusan mundur dibuktikan dengan menunjukkan surat pengunduran kepada wartawan, Kamis (23/5).

Suwirta memutuskan mundur karena ingin fokus menjadi bupati. Tidak mau mengecewakan masyarakat Klungkung yang telah memilihnya pada Pilkada Klungkung 2018. Selain itu, ia merasa tidak dibutuhkan di partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Hal itu terlihat dari dikeluarkannya Suwirta dari grup whatsaap (WA) DPC Partai Gerindra, yang belakangan screenshot-nya beredar di kalangan media. “Saya anggap apa yang mereka lakukan memberikan saya jalan. Saya ikuti jalan itu,” tegas Suwirta.

Pihaknya berharap Partai Gerindra tidak lagi menyalahkan siapa pun terkait beredarnya screenshot percakapan grup WA, khususnya soal dia dikeluarkan dari grup WA DPC Partai Gerindra.  Pihak-pihak terkait diharapkan instropeksi diri. “Di provinsi (percakapan grup DPD Gerindra yang juga menyebar, Red) saya maklumi. Itu situasional,” jelasnya.

Dia lebih mempersoalkan dikeluarkan dari grup WA Gerindra Klungkung yang membuatnya kaget. Apalagi di sana ada komentar salah satu kader yang mengatakan Gerindra harus bersih-bersih. “Saya tidak bisa ngurus partai, tidak bisa sering ngumpul di partai,” tuturnya.

Setelah keluar dari Gerindra, Suwirta memastikan tidak akan masuk ke partai mana pun alias kutu loncat. Sebab, dia tidak ingin, ketika masuk ke partai lain justru akan merecoki kader-kader senior yang sudah militan.  Ia pun kembali menegaskan bahwa akan fokus menjadi bupati untuk kesejahteraan masyarakat Klungkung.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung I Wayan Baru menilai, keputusan Suwirta mundur itu tidak elegan. Terlebih surat pengunduran diri dititipkan ke orang lain.  “Seolah-olah tidak menghargai partai. Kalau tanpa rekomendasi partai, mana bisa (naik jadi bupati, Red).  Anggaplah partai yang jadi kendaraannya,” ujar Baru.

Baru pun menanggapi terkait statement Suwirta yang merasa tak lagi dibutuhkan di partai tersebut. “Tolong bicaranya yang profesional, jangan menafsirkan,” kata politikus yang juga ketua DPRD Klungkung itu.

Seperti diketahui, sebelum Suwirta memutuskan mundur dari Gerindra, beredar dua jenis screenshots percakapan WA terkait Suwirta. Yaitu soal Suwirta dikeluarkan dari grup WA DPC Partai Gerindra, dan grup WA Partai Gerindra Bali yang membicarakan Suwirta.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia