Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Kasus Penganiayaan ART

LPSK Minta Majikan Dijerat Pasal Perdagangan Orang

23 Mei 2019, 22: 31: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

LPSK Minta Majikan Dijerat Pasal Perdagangan Orang

PERLINDUNGAN: LPSK saat bertemu korban di Mapolda Bali bersama Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberi perhatian kepada Eka Febriyanti, 21, dan Santi Yuni Astuti, 18. Seperti diketahui, mereka adalah dua asisten rumah tangga (ART) korban penyiraman air panas oleh majikannya Desak Made Wiratningsih, 36, di Gianyar. LPSK juga menyarankan kepada penyidik agar menjerat tersangka dengan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kedua korban kerap mendapatkan perlakuan tak manusiawi dari majikannya tersebut selama bekerja. Di tubuh Eka dan Santi terdapat banyak bekas luka bakar. Bahkan, selain disiram air panas, korban Santi mengaku bagian punggungnya pernah dibakar dengan korek api.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, pihaknya memberikan atensi khusus pada kasus penganiayaan (KDRT) terhadap dua ART ini sejak kasus tersebut mencuat ke media. “LPSK pertama kali mengetahui informasi mengenai kasus itu dari pemberitaan media massa. LPSK lakukan upaya proaktif menawarkan perlindungan bagi kedua korban,” ucap Edwin, Kamis (23/5).

LPSK telah bertemu dengan kedua korban dan mendengar langsung tindak pidana yang dialami keduanya. Kedua korban yang merupakan kakak-beradik itu telah bekerja di rumah pelaku sejak Juni 2018. Namun, kontrak kerja baru ditandatangani pada bulan Agustus. Korban juga belum pernah menerima gaji sesuai dengan yang dijanjikan.

Kedua korban telah mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK berupa perlindungan fisik, pemenuhan hak prosedural, bantuan medis dan psikologis. Mereka juga meminta LPSK memfasilitasi permohonan restitusi atau ganti rugi. “Permohonan perlindungan yang disampaikan kedua korban dalam waktu dekat segera diputuskan oleh pimpinan LPSK,” ucapnya.

Dalam pertemuan dengan korban di Polda Bali, LPSK juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Bali, khususnya para penyidik yang telah melakukan penahanan terhadap kedua pelaku dan memberi layanan medis kepada kedua korban.

Setelah mendengar testimoni dari korban, LPSK menyarankan penyidik untuk mempertimbangkan penggunaan pasal tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap pelaku utama yakni majikannya. Mengingat beberapa unsur dari TPPO dalam peristiwa ini dapat terpenuhi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua korban merupakan ART yang mengalami penganiayaan (KDRT) oleh majikannya dengan cara disiram air mendidih. Penganiayaan itu terjadi di Perumahan Udayana Jalan Bypass Dharma Giri, Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh Gianyar pada Selasa (7/5) lalu.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia