Selasa, 15 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Bedah Buku Karya Gede Sutarya

Hindutva, Refleksi dan Mimpi Liar Penulis

23 Mei 2019, 23: 18: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Hindutva, Refleksi dan Mimpi Liar Penulis

BEDAH BUKU: Suasana acara bedah buku ‘Hindutva: Inspirasi Hindu dalam Pembangunan Dunia’ yang berlangsung di Kampus Pasca Sarjana IHDN Denpasar, Kamis (23/5). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Acara bedah buku berlangsung di Kampus Pasca Sarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Buku yang berjudul “Hindutva: Inspirasi Hindu dalam Pembangunan Dunia”, merupakan karya I Gede Sutarya. Bedah buku berlangsung di ruang sidang Vidya Saba Paripurna menghadirkan Dr. Semadhi, sekaligus menjadi pembedah buku.

Bedah Buku dipandu I Nyoman Mertha, mahasiswa Pasca Sarjana IHDN Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Hindu, dan dihadiri kalangan penulis, dosen, mahasiswa, dan lainnya.

I Gede Sutarya selaku penulis buku Hindutva menyampaikan, buku tersebut merupakan buku popular. “Buku ini berupa renungan yang berangkat dari realitas yang ada di Bali. Ada masalah-masalah yang ada di Bali, yang kemudian saya renungi, nilai apa yang pas yang bisa digunakan atau dikaitkan dalam menghadapi realitas-realitas hidup,” ucapnya.

Itulah yang dia tulis melalui renungan-renungan yang tidak terlalu dalam. Namun hanya permukaan-permukaan yang harus ditindaklanjuti kemudian, dengan berbagai pendalaman.

Meski begitu, buku tersebut, menurutnya, tetap kuat, terkait cara mencari solusi atas berbagai masalah-masalah yang ada. “Kita harus memiliki keyakinan secara kultural. Kita juga memiliki solusi dalam mengatasi masalah-masalah kehidupan. Nah, itulah yang harus digali. Karena apa yang ada, yang kita miliki, itulah yang pas untuk kita. Ibaratkan sebuah penyakit, maka lingkungan sekitar adalah tempat untuk mencari obat dari segala penyakit-penyakit,” terangnya.

Sehingga dengan penyakit-penyakit sosial dan kultural yang ada, maka lingkungan sekitar adalah tempat untuk mendapatkan solusi dari berbagai masalah-masalah. Untuk itu, buku karyanya tersebut, lebih pada penulisan-penulisan popular. Metodenya popular tanpa harus menjelimet dengan urusan teori dan tulisan ilmiah. “Tanpa harus melewati pembatasan-pembatasan ilmiah. Ini tulisan yang sangat bebas. Ini adalah mimpi liar saya sebagai pribadi, yang bisa direnungi atau juga bisa diabaikan, atau apalah. Terlepas kepada pembaca bagaimana maunya,” tegasnya.

Karena itu, jika ingin membuat indepth dari masalah-masalah yang dijabarkan dalam buku Hindutva, diakuinya sangat penting sekali. “Ini penting untuk pembangunan bangsa dan masyarakat di masa yang akan datang,” tutupnya.

(bx/wid/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia