Selasa, 15 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Penganiayaan, Yoyok Dan Putu Agus Terancam Bui Tujuh Tahun

23 Mei 2019, 23: 30: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Penganiayaan, Yoyok Dan Putu Agus Terancam Bui Tujuh Tahun

SENJATA BADIK: Yoyok dan I Putu Agus berikut senjata badik yang digunakan menganiaya I Dewa Putu Witana, Kamis (23/5) diperlihatkan polisi. (PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Polisi menangkap Yoyok, 37 dan sepupunya I Putu Agus, 26 dan jadi tersangka kasus penganiyaan disertai pembacokan terhadap I Dewa Putu Witana, 49. Kedua pelaku terancam mendekam di balik jeruji tujuh tahun.

Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (22/5) lalu. Karena terbukti menganiaya korban hingga mengalami sejumlah luka.  Tersangka Yoyok nekat membacok korban Dewa Witana menggunakan badik. Akibatnya korban Dewa Witana pun menderita luka robek di pipi kiri dan tangan kirinya dan menjalani perawatan medis.

 Menariknya, kendati sudah ditetapkan menjadi tersangka, Yoyok juga mencoba menempuh jalur hukum. Dengan melaporkan Dewa Witana di Mapolsek Kota Singaraja.

Menjawab awak media, Yoyok mengaku juga dihajar oleh Dewa Witana. Akibatnya, bagian mata kanannya lebam. Menurutnya, setelah memukul dirinya, korban lari ke rumah sepupunya Dewa Ardita. Selanjutnya korban datang lagi menghampirinya bersama Dewa Ardita. Pihaknya pun sempat ngobrol dengan Dewa Ardita.

“Kami sempat bernegosiasi. Saya masih ngobrol dengan Dewa Ardita. Dia nyerang lagi bawa balok dan batu bersama keluarganya. Karena itu lah saya kalut, pas ada badik itu, langsung saya tebas," aku Yoyok.

KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Iptu Dewa Putus Sudiasa menjelaskan,  terkait laporan dari tersangka Yoyok itu, masih dalam tahap penyelidikan aparat kepolisian sektor Kota Singaraja. Kasus penganiayan yang terjadi pada Minggu (19/5) malam dilakukan secara bersama-sama. Awalnya pelaku dan korban bermain judi bersama.

“Kemudian ada kesalahpahaman, sehingga terjadi penganiayaan. Korban dipukul bagian kepalanya, kemudian dibacok menggunakan badik. Saat menganiaya korban, pelaku juga dipengaruhi alkohol sedikit," ujar Sudiasa, Kamis siang di Mapolres Buleleng. 

Lalu bagaimana jika Dewa Witana terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan? Jika itu terbukti sambung Sudiasa, maka tidak menutup kemungkinan Dewa Witana akan bernasib sama seperti Yoyok dan Putu Agus, mendekam di balik jeruji besi.

"Khusus di Polres, kami menindaklanjuti laporan dari korban Dewa Witana. Dari hasil penyidikan, Yoyok dan Putu Agus terbukti bersalah sehingga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka kami jerat dengan Pasal 170 tentang melakukan perbuatan kekerasan secara bersama-sama hingga menyebabkan luka, dengan ancaman tujuh tahun penjara," tutupnya. 

Diberitakan sebelumnya Dewa Putu Witana, warga Lingkungan Penarukan Desa, Kecamatan/Kabupaten Buleleng selamat dari maut. Setelah dikeroyok dan dibacok oleh tetangganya sendiri bernama Yoyok dan Putu Agus. Kasus berawal pada Minggu sore. Kala itu Witana bersama anak keduanya Dewa Made Caniastara, 19, mendatangi rumah pelaku Putu Agus yang berlokasi di Gang Elang, Lingkungan Penarukan Desa. Ia datang untuk bermain judi Sanghong.

Awal permainan pun berjalan mulus. Namun benih-benih konflik datang saat memasuki pukul 23.00 wita. Witana mencium adanya perilaku curang dari pelaku. korban pun protes dan meminta kepada pelaku Yoyok untuk bermain sesuai dengan peraturan. Rupanya protes menuai petaka. Witana pun dikeroyok oleh Putu Agus dan Yoyok hingga babak belur.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia