Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Inovasi BATIK dan FISH GO Lolos TOP 99 Inovation

24 Mei 2019, 11: 56: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

Inovasi BATIK dan FISH GO Lolos TOP 99 Inovation

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BADUNG - Dua inovasi Kabupaten Badung menorehkan prestasi. Kedua inovasi tersebut,  Anti Kantong Plastik (BATIK) Berbasis Kearifan Lokal dan FISH GO. Inovasi tersebut berhasil lolos menjadi TOP 99 Inovation dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian PAN dan RB.

Kompetisi ini sekaligus untuk menjaring inovasi pelayanan publik yang akan mewakili Indonesia di forum internasional. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kabag Organisasi, I Wayan Wijana, di ruang Wakil Bupati Badung, Kamis (23/5), menyambut gembira lolosnya dua inovasi pelayanan publik di bidang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat tersebut.

Ia masih berharap dapat lolos pada tahap evaluasi selanjutnya, yaitu TOP 40 dan TOP 15. "Kami harapkan bisa menjadi salah satu Duta Indonesia dalam ajang United Nation Public Service Award ( UNPSA ) seperti halnya Inovasi Gotik tahun 2017 lalu," ungkapnya.

Menurut Suiasa, untuk bisa lolos TOP 99 Inovation, BATIK dan FISH GO, harus bersaing ketat dengan ribuan inovasi dari berbagai daerah. Termasuk melalui tahapan seleksi proposal yang sangat ketat dengan sistem aplikasi.

 “Karena komitmen yang tinggi dan melalui proses pendampingan yang serius,  ada 13 inovasi pelayanan publik dari Badung yang memenuhi syarat untuk bersaing di tingkat nasional dan yang berhasil lolos baru dua inovasi. Terhadap inovasi yang belum lolos, tahun depan akan dikirim lagi dengan berbagai penyempurnaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Suiasa mengatakan, lolosnya inovasi ini, tidak lepas dari komitmen pemerintah Kabupaten Badung yang terus memberikan dorongan kepada seluruh Perangkat Daerah. Agar setiap tahun minimal memiliiki satu onovasi. Istilahnya, one agency one innovation. Ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 “Kami akan memberikan apresiasi kepada Dinas LHK dan Badan Litbang yang telah menginisiasi lahirnya Batik dan Fish Go yang sudah dirasakan hasilnya berupa berkurangnya timbunan sampah plastik dan berubahnya perilaku masyarakat,” katanya.

Di samping memberikan apresiasi kepada Dinas LHK dan Badan Litbang, Suiasa juga mengungkapkan akan menegur dan mengevaluasi  perangkat daerah  yang tidak serius dan tidak mampu melahirkan inovasi. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberi motivasi bagi perangkat daerah lain untuk terus berinovasi. Sehingga setiap tahun Badung mampu berkiprah di tingkat nasional.

 "Yang paling penting, inovasi tersebut mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi serta berdampak pada kemudahan dan percepatan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia