Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Atasi Sampah, DLH Usulkan Sepuluh Armada Lewat DAK

24 Mei 2019, 12: 31: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Atasi Sampah, DLH Usulkan Sepuluh Armada Lewat DAK

I Nyoman Subagia, Kepala DLH Tabanan (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Banyaknya sampah yang diproduksi masyarakat Tabanan, membuat proses pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) oleh Dinas Lingkingan Hidup (DLH) tak maksimal. Hal ini lantaran keterbatasan armada angkut. Terlebih banyak armada yang sudah berumur, dan dalam kondisi rusak berat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Made Subagia menjelaskan, dalam mengatasi persoalan sampah di Tabanan, pihaknya dibantu 39 armada. Dari 39 armada tersebut, terdiri dari truk 23 unit, mobil jenis kijang empat unit, viar enam unit, truk lift dua unit, truk tangki dua unit, dan satu unit colt.

Hanya saja, dari total armada itu, tiga di antaranya kondisinya rusak berat dan tidak bisa difungsikan lagi, seperti kendaraan jenis colt dan Viar. “Yang rusak ringan masih bisa kita fungsikan. Lalu untuk service kita lakukan bertahap. Itu pun dilihat juga skala kerusakannya. Jika masih bisa difungsikan, akan tetap kita gunakan. Agar pengangkutan sampah tidak terganggu,” paparnya Kamis (23/5).

Dia menambahkan, setiap harinya rata-rata 90 ton sampah diangkut menuju ke TPA Mandung, di mana volume sampah didominasi sampah swasta, atau sampah di luar wilayah pelayanan DLH. Karena, selama ini pelayanan DLH hanya menyasar tujuh desa dari dua kecamatan, yakni Tabanan dan Kediri, serta sampah pasar tradisional di tiap kecamatan. Tujuh desa cakupan tersebut meliputi Abiantuwung, Banjar Anyar, Denbantas, Dajan Peken, Delod Peken, Dauh Peken dan Bongan. 

Sedangkan untuk mengatasi persoalan armada, tahun ini pihaknya telah mengajukan penambahan armada pengangkut sampah berupa truk. “Kami telah mengajukan penambahan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, berupa pengadaan truk. Dan saat ini sedang dalam proses lelang,” imbuhnya.

Tak hanya dari anggaran daerah, DLH juga mencari celah bantuan anggaran lainnya dari pemerintah pusat. Tahun 2020 telah diusulkan sepuluh unit armada truk pengangkut sampah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). 

Dengan keterbatasan armada itu, pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk bisa melakukan pemilahan sampah melalui 3R (reuse, reduce dan recycle). Tujuannya untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia