Jumat, 21 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Finishing Kampus STAHN Mpu Kuturan, Kemenag Kucurkan Rp 8,52 Miliar

24 Mei 2019, 12: 43: 15 WIB | editor : Nyoman Suarna

Finishing Kampus STAHN Mpu Kuturan, Kemenag Kucurkan Rp 8,52 Miliar

BELUM TUNTAS: Struktur gedung lantai empat milik kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja di kawasan Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning yang bakal difinishing. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Pembangunan gedung kuliah STAHN Mpu Kuturan Singaraja tahap II tahun 2019 segera dilanjutkan. Dana yang disiapkan untuk pembangunan tahap II ini mencapai Rp 8,52 miliar. Rencananya, gedung yang berlokasi di Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning diharapkan rampung akhir Desember 2019, dan bisa digunakan awal tahun 2020.

Seperti diketahui, Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja sudah membangun struktur gedung berlantai empat pada Oktober tahun 2017 lalu di lahan seluas satu hektare, dengan biaya sebesar Rp 6,5 miliar hibah dari Pemprov Bali. Hanya saja gedung belum bisa digunakan lantaran belum finishing.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja Prof. Dr. Drs. I Made Suweta, M.Si mengatakan, pembangunan tahap II tersebut didanai dari anggaran Kementerian Agama (Kemenag), yang disalurkan melalui Dipa STAHN Mpu Kuturan Singaraja tahun 2019. Dana sebesar itu diperuntukkan untuk finishing gedung berlantai empat, agar bisa digunakan di awal tahun 2020.

“Hanya bisa finishing bagian dalam gedung dulu. Karena digunakan untuk kepentingan sekretariat. Selain itu, dipakai juga ruang kuliah. Karena di kampus lama (Jalan Kresna, red) sudah kekurangan ruangan,” ujar Prof Suweta saat dikonfirmasi, Kamis (23/5).

Lanjutnya, pemenang tender diharapkan sudah diumumkan Juni mendatang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kementerian Agama. Sehingga Juli mendatang, rekanan sudah bisa mulai bekerja.

Dikatakan Prof Suweta, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 140 miliar untuk merampungkan pembangunan kampus baru sesuai dengan maketnya. Namun, khusus gedung Rektorat dibutuhkan anggaran sekitar Rp 25 miliar.

Jika pembangunan tahap dua ini rampung, peresmian gedung untuk Kampus Hindu pertama di Bali Utara ini, diharapkan bisa dilakukan Menteri Agama dan Gubernur Bali. “Karena yang memberikan hibah ini kan Gubernur Bali. Sedangkan finishingnya dilakukan Kementerian Agama. Jadi kami undang mereka, dengan harapan beliau tahu kondisi kampusnya saat ini,” pungkasnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia