Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Selundupkan Berang-berang dan Kalajengking, WN Rusia Diamankan Petugas

24 Mei 2019, 18: 39: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

Selundupkan Berang-berang dan Kalajengking, WN Rusia Diamankan Petugas

RUSIA: Roman Tomarev, 34, hendak menyelundupkan berang-berang dan kalajengking ke Rusia. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Setelah menggagalkan penyelundupan orang utan ke Rusia beberapa bulan lalu, BKSDA Bali dan instansi terkait di Bandara Ngurah Rai kembali menggagalkan penyelundupan hewan dilindungi ke Rusia pada Kamis (23/5) sekitar pukul 21.30 dari tangan Roman Tomarev, 34. Hewan tersebut dimasukkan ke dalam kopernya.

 “Berkat kejelian petugas Aviation Security kami, upaya penyelundupan binatang dilindungi secara ilegal berhasil kami gagalkan. Dalam tiga bulan terakhir ini, kami sudah berhasil menggagalkan beberapa upaya dari calon penumpang untuk menyelundupkan barang-barang contraband, baik itu binatang dilindungi, maupun peluru aktif,”  ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, Jumat (24/5).

Awal mula pada saat melewati x-ray di Terminal Keberangkatan Internasional terdeteksi ada benda hidup oleh petugas Aviation Security (Avsec) di dalam koper pelaku. Petugas Aviation Security kemudian berkoordinasi dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan tindak lanjut terhadap temuan binatang tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, BKSDA menyatakan bahwa berang-berang diklasifikasikan sebagai binatang yang dilindungi.

“Untuk memastikan jenis satwa ini, kami lakukan pengecekan dan indetifikasi kaitannya dengan jenis. Maka ditemukan jenis satwa berang-berang atau spesies lutra. Satwa jenis ini dilindungi oleh  PP Nomor 7 Tahun 1999," papar Kepala Balai BKSDA Bali Budi Kurniawan, Jumat (24/5).

Pelaku yang hendak terbang meninggalkan Indonesia dengan maskapai Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634 tersebut kemudian dicegah untuk naik pesawat. Oleh petugas Bandara, pelaku diserahkan ke Polsek Bandara Ngurah Rai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Barang bukti berupa anakan berang-berang sebanyak empat ekor, umur tiga bulan, 10 scorpion atau kalajengking dalam kotak anyaman berwarna biru itu tanpa dokumen. Pengakuan awal, berang-berang itu dibeli di Pasar Burung Satria Denpasar seharga Rp 500 ribu per ekornya,” ucapnya.

Budi juga menjelaskan, asal-usul berang-berang di Indonesia cukup banyak. Tercatat sekitar 13 spesies lebih. Namun, untuk berang-berang yang akan diselundupkan oleh Roman adalah berang-berang yang dilindungi. Selain itu, untuk berang-berang spesies lutra lutra ini cukup banyak di Indonesia dan habitat aslinya di kawasan yang sifatnya berair, seperti danau, pantai dan sungai. Sementara, 10 ekor kalajengking yang juga ditemukan di koper, tidak dilindungi karena berjenis umum.

"Spesies berang-berang ini cukup banyak di Indonesia termasuk di dunia, ada sekitar 13 lebih. Tetapi, ada yang dilindungi ada yang tidak. Kebetulan, yang sekarang ini adalah lutra yang dilindungi dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia," jelas Budi.

Terkait modus pelaku, menurutnya, menggunakan obat-obatan untuk berang-berang tersebut supaya bertahan di dalam perjalanan. Sesuai dengan PP nomor  7 Tahun 1999, pelaku dapat diancam hukuman maksimum 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek KP3 Udara I Gusti Ngurah Rai, AKP Agung Raka Nugraha kepada koran ini menyampaikan, masih dalam penyelidikan. “Masih penyelidikan, Belum bisa diperiksa, menunggu pengacara dan translater. Lebih lanjut akan kami sampaikan,” ucapnya.

Untuk diketahui, pertengahan Maret lalu, petugas Avsec berhasil mencegah seorang calon penumpang berkewarganegaraan Rusia, Andrei Zhestkov, menyelundupkan seekor bayi orang utan keluar dari Indonesia. Selang beberapa hari setelahnya, seorang calon penumpang berpaspor Meksiko, Jose Fabian Ibarra Valdez, kedapatan membawa 10 butir peluru aktif di dalam koper yang dibawanya. Di pengujung bulan Maret, seorang penumpang rute internasional asal Amerika Serikat harus berurusan dengan petugas Aviation Security karena menyimpan puluhan butir peluru aktif dan magazen saat hendak berangkat meninggalkan Bali.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia