Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Terpeleset, Kakek Ditemukan Membusuk di Pinggir Sungai

24 Mei 2019, 19: 24: 43 WIB | editor : Nyoman Suarna

Terpeleset, Kakek Ditemukan Membusuk di Pinggir Sungai

BUSUK : Jenazah korban I Wayan Regog yang ditemukan membusuk di pinggir sungai, Jumat (24/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sesosok mayat yang sudah membusuk ditemukan di pinggir Sungai Yeh Sapuan di Banjar Dinas Duren Taluh, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (24/5). Jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi kepala bagian belakang terluka, diduga terbentur batu yang ada di pinggir sungai. 

Belakangan diketahui bahwa korban adalah I Wayan Regog, 70, warga Banjar Dinas Duren Taluh, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan yang sehari-hari berprofesi sebagai petani.

Informasi di lapangan menyebutkan, pada Selasa (21/5)  istri korban, Ni Ketut Siti, 75, meninggalkan korban yang tinggal di pondok di Banjar Duren Taluh menuju rumah anak kandungnya I Made Dharma Oka, 52, di Banjar Belimbing Desa, dalam rangka persiapan upacara manusa yadnya.

Setelah 3 hari berada di rumah anaknya, Jumat (24/5) sekitar pukul 07.00 wita, Siti bermaksud kembali ke pondok karena upacara di rumah anaknya telah selesai.

Sampai di pondok, Siti mulai khawatir karena tidak melihat korban di rumah. Siti kemudian memanggil-manggil korban dan mencari di sekitaran kebun, tetapi tak juga ditemukan. Akhirnya, sekitar pukul 10.00 Wita, ia melihat sang suami sudah dalam keadaan meninggal dunia di pinggir sungai dan membusuk.

Hal tersebut langsung diberitahukan kepada anaknya yang kebetulan saat itu berada di kebun dekat dengan pondok korban. Selanjutnya peristiwa itu pun dilaporkan ke Polsek Pupuan 

Kapolsek Pupuan AKP IB Mahendra membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan dan pemeriksaan dari tim medis, korban mengalami luka di bagian kepala belakang, diduga korban terpeleset kemudian membentur batu yang ada di pinggir sungai.

 "Menurut keterangan keluarganya, korban memang sering mengalami tensi tinggi dan pernah mengalami stroke ringan," ujarnya.

Keluarga pun mengikhlaskan kepergian korban dan menganggapnya sebagai musibah sehingga menolak dilakukan otopsi.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia