Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik
Sidang Kasus Kecurangan Pemilu di Tabanan

Saksi Mengaku Lupa, Terdakwa Akui Kesalahan

24 Mei 2019, 19: 48: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Saksi Mengaku Lupa, Terdakwa Akui Kesalahan

SIDANG : Suasana sidang lanjutan kasus TPS 29, Jumat (24/5). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sidang lanjutan kasus dugaan kecurangan di TPS 29, Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, digelar Jumat (24/5) sekitar pukul 13.48 Wita di Pengadilan Negeri Tabanan.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dan mendengarkan keterangan saksi tersebut, dihadiri 10 orang saksi yang terdiri dari 6 orang anggota KPPS, 2 orang Pecalang, dan 2 orang saksi ahli dari KPU Tabanan.

Berbeda dari sidang pertama yang digelar Kamis (23/5), terdakwa I Wayan Sarjana alias Pak Kayun, kini didampingi penasehat hukum, I Gede Yudi Satria Wibawa. Terdakwa beberapa kali menyebut nama caleg PDIP I Gede Putu Desta Kumara, meskipun bersumpah perbuatannya dilakukan secara spontan.

Saksi dari petugas di TPS 29, dalam memberikan keterangan di persidangan, terkesan gugup sehingga keterangannya terbata-bata. Bahkan saat ditanya majelis hakim, jaksa penuntut umum (JPU) maupun penasehat hukum, saksi mengaku tidak mengetahui proses terjadinya kecurangan tersebut.

Dipimpin Ketua Majelis Hakim Ni Luh Sasmita Dewi, didampingi dua anggota hakim Pulung Yustisia Dewi dan Adhitya Ariwirawan, sidang lanjutan tersebut dimulai dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gede Hadi bersama Putu Nuryanto yang menanyakan satu per satu dari 10 saksi terkait kasus tersebut. Dalam keterangannya, para saksi lebih banyak menjawab tidak tahu dan lupa. 

Saat diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan oleh ketua hakim, terdakwa mengakui seluruh perbuatannya, baik merusak surat suara menjadi tidak sah, serta mencoblos surat suara kosong yang diperuntukkan kepada caleg PDIP nomor urut 8 I Gede Putu Desta Kumara. "Saya minta maaf atas perbuatan saya, kepada seluruh KPU, KPPS, dan semua unsure, karena saya, semua jadi sibuk," ungkapnya.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, I Gede Yudi Satria Wibawa menjelaskan, seluruh keterangan yang diberikan saksi diserahkan untuk dinilai oleh majelis hakim. Namun pihaknya tetap akan melakukan pembelaan secara lisan. "Kami tetap optimis, tetapi biar nanti dinilai oleh majelis hakim," tegasnya 

Menanggapi hal itu, Jaksa Penuntut Umum Kejari Tabanan Putu Nuryanto mengatakan, tidak mempermasalahkan keterangan saksi walaupun terkesan plin-plan. Sebab, sudah ada bukti kuat berupa video, keterangan saksi sebelumnya, bahkan terdakwa sendiri sudah mengakui perbuatannya.

 "Tidak masalah itu, sudah ada bukti video, keterangan saksi yang didatangkan sebelumnya juga sudah jelas, dan terdakwa sudah mengakui," ujarnya.

Usai pemeriksaan saksi,  sidang diputuskan dilanjutkan pada Senin (27/5) dengan agenda pembacaan tuntutan. Sidang berjalan lancar dan ditutup sekitar pukul 17.18 Wita.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia