Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lestarikan Ekosistem Danau Beratan, Pemkab Tabanan Bentuk Kelompok

24 Mei 2019, 22: 12: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lestarikan Ekosistem Danau Beratan, Pemkab Tabanan Bentuk Kelompok

RAPAT : Pertemuan pembentukan Kelompok Kerja Penyelamatan Danau Beratan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Danau Beratan, Jumat (24/5). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Sebagai salah satu aset Kabupaten Tabanan, Danau Beratan memiliki peran penting sebagai cadangan air di Bali serta merupakan daya tarik wisata alam.  Namun tidak mudah untuk merawat dan menjaga ekosistemnya.

Sebagai upaya mencegah pencemaran air danau serta kerusakan daerah tangkapan air, maka Pemkab Tabanan bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar, membentuk sebuah kelompok kerja penyelamatan Danau Beratan dan penyusunan rencana pengelolaan Danau Beratan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (24/5) di Ruang Rapat D’Sant Resto Tabanan yang dihadiri Sekkab Tabanan I Gede Susila, Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Made Subagia, perwakilan BPDASHL Prof. Kartini, Ketua Badan Pengelola Danau Beratan I Wayan Mustika, Camat Baturiti I Ketut Ridia, OPD terkait, serta Perbekel se-Kecamatan Baturiti.

Bupati Eka dalam sambutan tertulis yang dibacakan I Gede Susila mengatakan,  mengapresiasi  dan mengucapkan terima kasih  atas upaya yang dilaksanakan BPDASHL Unda Anyar yang telah  memprakarsai penyusunan rencana pengelolaan di Danau Beratan.

“Penyelamatan ekosistem danau memerlukan environmental mainstreaming yaitu terintegrasinya upaya pengendalian dampak ke dalam kebijakan dan kegiatan berbagai sektor pembangunan dan kegiatan usaha. Pengintegrasian upaya ke dalam kebijakan dan program kegiatan ini, menjadi corrective action di berbagai sector terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, penyelamatan ekosistem danau juga memerlukan upaya terpadu antar- aspek, sehingga rumusan program penyelamatan danau harus strategis dan menjawab keterpaduan penanganan. “Perlu keterlibatan semua pihak untuk menangani masalah yang terjadi di Danau Beratan. Kita harus bekerja sama, saling bahu-membahu menjaga aset yang kita miliki,” imbuhnya.

Dikatakannya juga, peran serta seluruh instansi terkait sangat diperlukan dan melakukan  sinergi dalam pemulihan ekosistem danau.

“Melalui pertemuan ini saya harapkan dapat teridentifikasi sejauh mana perkembangan upaya dan hasil pemulihan ekosistem Danau Beratan serta rencana tindak lanjut ke depannya, sehingga pada akhirnya target yang ditetapkan tercapai dengan optimal menuju Tabanan yang SERASI (Sejahtera, Aman dan Berprestasi)," tandas Bupati Eka.

Sementara, Prof Kartini dalam kesempatan tersebut mengatakan, BPDASHL  merupakan sebuah lembaga yang memiliki kewajiban untuk menjaga ekosistem serta kelestarian lingkungan, utamanya lingkungan sungai dan danau. Menurutnya, Danau Beratan sebagai aset Pemkab Tabanan, memiliki peran  sangat vital karena Danau Beratan merupakan destinasi wisata yang sudah menjadi ikonnya Bali.

“Kami memiliki kewajiban serta tugas penting untuk menjalankan misi kami dalam penyelamatan ekosistem lingkungan danau dan sungai. Mudah-mudahan kerja sama yang kita jalin membuahkan hasil maksimal ke depan,” tegasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia