Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Disdikpora Sulit Wujudkan Filial SDN 6 Bunutan

24 Mei 2019, 22: 30: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Disdikpora Sulit Wujudkan Filial SDN 6 Bunutan

SULIT: Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, filial SD yang berada di Dusun Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang sulit diwujudkan. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, AMLAPURA- Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem sempat merencanakan membuat filial (kelas jauh) SDN 6 Bunutan. Tujuannya untuk mempermudah siswa yang bersekolah melewati perbukitan. Sayangnya, sebagaimana keterangan Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, filial SD yang berada di Dusun Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang tersebut sulit diwujudkan.

Seperti diketahui,  filial tersebut diwacanakan setelah viral salah satu siswa SDN 6 Bunutan, yakni I Ketut Marianta, harus menginap di rumah kerabatnya yang dekat dengan sekolah, belum lama ini.  Hal tersebut dilakukan agar ia tak terlambat mengikuti ujian sekolah. Jarak tempuh dari rumah Marianta menuju sekolah sekitar 3 jam jalan kaki, melewati perbukitan. Selain Marianta, ada 18 temannya bernasib sama. 

Melihat kondisi itu, Disdikpora Karangasem berencana membuat filial, mengingat rumah Marianta dan 18 siswa lainnya tidak terlalu jauh. "Setelah dikaji, susah diwujudkan karena jumlah siswa sedikit. Dari 19 siswa itu juga beda-beda kelasnya. Ada kelas VI, kelas V dan lainnya. Ada juga yang sudah lulus tahun ini," terang Kartika, Jumat (24/5).

Untuk merealisasikan filial, idealnya ada 5-10 orang dalam satu kelas. Itu pun tidak hanya ada satu kelas. Hal tersebut untuk memudahkan Disdikpora menugaskan guru untuk mengajar di filial. "Kalau guru tidak jadi masalah. Tinggal ditugaskan saja. Jumlah siswanya yang jadi persoalan," terang pejabat asal Sidemen, Karangasem itu.

Jika filial itu tidak terwujud, berarti masih tetap ada siswa SDN 6 Bunutan harus ke sekolah menempuh perjalanan sekitar 3 jam, melewati perbukitan. Sebab belum ada solusi lain untuk generasi penerus bangsa itu. "Kalau nanti ternyata ada sekolah lebih dekat, iya disekolahkan di tempat lain. Kalau tidak ada, berarti tetap di sana," tandas Kartika.

Kepala SDN 6 Bunutan I Wayan Dayuh Suyasa, dikonfirmasi Jumat (24/5), mengakui, memang sempat ada wacana mendirikan filial. Wacana itu disampaikan Disdikpora saat Marianta viral di media. "Waktu itu sempat dibicarakan. Sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," ujarnya.

Para  siswa pun masih menempuh perjalanan sekitar 3 jam untuk menuntut ilmu di sekolah yang dipimpinnya. Masih ada 13 siswa. "Kalau Marianta dan lima teman sekelasnya sih sudah lulus tahun ini. Masih 13 siswa kelas 2, kelas 3 dan lainnya menempuh perjalanan jauh," terang Dayuh. 

Sebagai guru pihaknya hanya bisa menunggu realisasi filial yang sempat diwacanakan pemerintah. "Kalau benar ada filial sangat bagus, karena saya kasihan juga anak-anak jalan jauh lewat bukit," tandas Dayuh. 

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia