Kamis, 20 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali
Penilaian Evaluasi dan Perkembangan Desa

Mangu Sri Kandi Jadi Inovasi Desa Dalung

25 Mei 2019, 06: 48: 15 WIB | editor : Nyoman Suarna

Mangu Sri Kandi Jadi Inovasi Desa Dalung

LOMBA: Tim Penilaian Evaluasi dan Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Bali, Jumat (24/5), menilai Desa Dalung yang mewakili Kabupaten Badung pada dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Bali. (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Tim Penilaian Evaluasi dan Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Bali, Jumat ( 24/5),  menilai Desa Dalung yang mewakili Kabupaten Badung dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Bali.

Tim Provinsi Bali disambut Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, dan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa. Hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Badung Putu Gede Sridana, Perbekel Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan organisasi kewanitaan daerah yang ada di Badung.

Wabup Suiasa menjelaskan, momentum ini bukan sebatas mencari ajang yang terbaik dalam lomba. Namun, Penilaian Evaluasi dan Perkembangan Desa ini hendaknya menjadi  parameter dalam menjalankan suatu pembangunan desa di berbagai sektor.

 “Hal ini juga untuk mempercepat tujuan-tujuan nasional dalam membangun desa itu sendiri, baik memacu pemberdayaan masyarakat, serta membangun daya saing masyarakat desa itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut pejabat asal Desa Pecatu ini mengatakan, penilaian ini juga sebagai momentum melakukan introspeksi. “Kami sudah menampilkan segala potensi serta inovasi yang ada di Desa Dalung secara maksimal. Termasuk tingkat capaian kemapanan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun sosialnya. Jadi dengan segala pembinaan ini, kami harapkan desa itu bisa mampu berdaya saing dan mampu mandiri sesuai dengan tantangan global saat ini,” terangnya.

Sementara Perbekel Dalung I Gede Putu Arif Wiratya mengatakan, untuk mengimplementasikan program kerja desa, pihaknya telah membentuk lembaga masyarakat desa yang terdiri dari lembaga pemberdayaan masyarakat, PKK, karang taruna, kelompok tani dan Linmas.

 “Kami juga didukung kelembagaan adat yang terdiri dari tiga desa adat. Terkait kesehatan masyarakat di desa kami, tidak ada anak yang berstatus stunting, serta tingkat kematian kelahiran di desa kami adalah nol persen,” urainya.

Sebagai langkah inovasi desa, kata Arif, di bidang persampahan, pihak desa telah membentuk bank sampah di setiap banjar yang diberi nama Mangu Sri Kandi,  bekerjasama dengan pihak DLHK Badung. Selain itu, Desa Dalung telah membentuk kelompok Dalung Creative Recycle (DCR), dengan gerakan 3R (reduce, reuse dan recycle).

 “Partisipasi dan swadaya masyarakat Dalung sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pembangunan Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung, dan pengadaan lahan wantilan dengan swadaya masyarakat sebesar Rp 8,7 miliar,” paparnya.

Ketua Tim Penilai dari Provinsi Bali Putu Anom Agustina, yang juga kepala PMD Provinsi Bali mengatakan, dalam penilaian evaluasi lomba desa ini, sesungguhnya juara tidak menjadi tujuan utama. Lomba ini untuk evaluasi sejumlah program desa, sejauh mana sudah bisa dijalankan.

“Yang terpenting dalam kegiatan ini, sejauh mana pihak desa melakukan langkah-langkah untuk bersinergi dengan masyarakat, dalam mencapai perencanaan-perencanaan yang sudah dibuat dari bawah,” ujarnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia