Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

230 Ribu Benih Nila Ditebar di Danau Batur, Anggarannya Rp 92 Juta

25 Mei 2019, 08: 07: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

230 Ribu Benih Nila Ditebar di Danau Batur, Anggarannya Rp 92 Juta

TEBAR BENIH: Staf Dinas PKP Bangli melakukan penebaran benih di Dermaga Kedisan, Danau Batur, Kintamani, Jumat (24/5). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli kembali melepas 230 ribu benih ikan di Dermaga Kedisan, Desa Kedisan, Kecamatan Kintamani, Jumat (24/5). Hal ini bertujuan untuk  menambah stok ikan di Danau Batur.

Dinas PKP Bangli menganggarkan Rp 92 juta untuk pengadaan 230 ribu benih ikan tahun ini. Program tersebut sudah berjalan sejak April hingga Mei. Pada April lalu sudah disebar sebanyak 2 ribu ekor, dan awal Mei lalu 100 ribu. Penyebarannya dilakukan di Danau Batur.

“Sebelumnya kami juga melakukan penebaran 3.000 benih ikan dengan jenis yang sama di Tukad Sangsang. Dengan menggandeng himpunan Kristiani di Kabupaten Bangli," kata Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sukartana, Jumat (24/5).

Ikan yang ditebar merupakan hasil prodiksi benih Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPDT), Balai Benih Ikan (BBI), Dinas PKP Bangli di Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli. Induk yang dikembangkan adalah jenis induk nila nirmala yang didatangkan dari Sukabumi, Jawa Barat.

Penyebaran bibit dilakukan di bulan-bulan tertentu. Sebab, pada akhir Agustus hingga September biasanya belerang akan timbul dari dasar danau. Inilah yang menyebabkan banyak ikan mati sehingga gagal panen. Untuk antisipasi, Dinas PKP melakukan penyeberan benih lebih awal, rentang bulan April-Agustus.

 "Makanya penyebaran bibit mesti terencana. Kami pilih awal-awal supaya awal Agustus bisa panen," kata Sukartana.

Terkait pencemaran Danau Batur akibat keramba jaring apung (KJA), Dinas PKP melakukan kajian bersama Fakultas Perikanan Universitas Udayana (Unud). Hal yang jadi fokus kerja adalah tata letak dan zonasi serta pengembangan KJA yang ramah lingkungan. KJA didesain dengan jaring ganda. Kotoran ikan akan tertampung dan tidak langsung jatuh ke dasar danau.

Pejabat asal Bebalang, Bangli itu menegaskan, budidaya perikanan diarahkan pada pengembangan perikanan darat melalui program pio block. "Pio block jauh lebih efektif dan efisien. Karena cuma memakai ulatan besi yang dibentuk seperti septic tank. Itu diisi plastik," jelasnya. 

Yang menjadi nilai lebih,imbuhnya, sirkulasi udara dalam air bisa diatur, sehingga sangat efektif untuk budidaya perikanan darat. “Kami akan arahkan budidaya ikan melalui program pio block. Jika ini berhasil dilaksanakan, kami yakin penggunaan KJA di Danau Batur bisa teratasi," pugkasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia