Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Wabup Sutjidra Panen Perdana Varietas M400

Satu Hektar Hasilkan Sembilan Ton Gabah

25 Mei 2019, 08: 24: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wabup Sutjidra Panen Perdana Varietas M400

PANEN PERDANA: Wakil Buleleng Buleleng, Nyoman Sutjidra melakukan panen perdana varietas padi jenis M400 di Subak Gede, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (24/5). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Varietas Padi Sehat M400 satu hektar menghasilkan sembilan ton gabah. Produksi itu diketahui setelah dilakukan panen perdana, Jumat (24/5), di Subak Gede, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Panen perdana dilakukan Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Plt. Kadis Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta dan petani Subak Gede, Desa Padangbulia.

Varietas ini lebih  unggul dari sisi produktivitas, dibanding varietas padi lainnya, yakni setiap hektar M400 menghasilkan 9 ton gabah dibandingkan padi varietas biasa yang hanya mampu menghasilkan 6,5 ton. Varietas Padi Sehat M400 merupakan hasil riset dari tim Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian.

M400 diartikan satu rumpun atau satu malay sebanyak 400 butir padi. Dengan M400 ini, diharapkan hasil produksinya maksimal.

Kelian Subak Gede, Desa Padangbulia, Nyoman Pasek Merta menjelaskan, varietas M400 ditanam di lahan seluas 1,4 hektar. Ia menyebut padi ini memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan padi varietas lainnya. Kelebihannya adalah batang padi varietas M400 sangat kuat dan isi bulirannya jauh panjang dan besar serta umur tanam sampai panen lamanya 3,5 bulan.

Pasek berharap, ke depan pemerintah agar memberikan subsidi benih dan subsidi pupuk organik kepada petani. Terlebih lahan pertanian di Desa Padangbulia tergolong luas. “Untuk hasil dari M400 kali ini terdapat peningkatan, yang sebelumnya 6,5 ton per hektar menjadi 9 ton per hektar,” pungkasnya.

Menyikapi hal itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta mengklaim Dinas Pertanian telah menyiapkan program subsidi benih dan pupuk dari tahun ke tahun. Program itu diaplikasikan dengan menggunakan sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Lanjut Sumiarta, sebelum melakukan penanaman, pupuk yang akan diperlukan harus ditentukan jumlahnya terlebih dahulu, kemudian nantinya akan disubsidi.

 “Ada subsidi pupuk urea dan pupuk organik, nanti kami akan membentuk kerjasama antara produsen pupuk dengan para peternak penghasil pupuk organik,” jelasnya.

Ditemui seusai melakukan panen perdana, Wabup Sutjidra menjelaskan, pemerintah telah merancang penanaman padi M400 akan dikembangkan di setiap kecamatan, minimal 3 desa. Pihaknya pun berharap dengan tingginya produksi, padi M400 ini mampu membawa kesejahteraan bagi petani.

 “Jadi harapannya setiap desa minimal ada 20 hektar penanaman padi jenis M400 ini, sehingga poduktivitas meningkat dan mampu membawa manfaat bagi petani. Dengan demikian,  kesejahteraan petani di Buleleng meningkat,” tandas Wabup Sutjidra.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia