Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dinas Sosial Bantu Dua Karung Beras, Ketut Bulat Menangis

25 Mei 2019, 09: 18: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dinas Sosial Bantu Dua Karung Beras, Ketut Bulat Menangis

DAPAT BANTUAN: Ketut Bulat, warga Dusun Penaga, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, yang tidur dalam tenda, menerima kunjungan Kadissos Bali Dewa Mahendra, Jumat (24/5). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI -  Dinas Sosial Provinsi Bali mengunjungi I Ketut Bulat,47 dan keluarganya Jumat (24/5). Warga Dusun Penaga, Desa Yang Api, Kecamatan Tembuku, Bangli dibantu dua kampil beras dan bahan pokok lainnya. Pria itu terharu dan menangis. Juga akan ada bantuan pembangunan rumah pada warga tidak mampu tersebut.

Ketut Bulat merupakan  satu di antara tiga kepala keluarga (KK) yang tidak memiliki rumah. Mereka tinggal di satu tanah laba desa atau milik desa adat. Luasnya mencapai 76 are di Dusun Penaga, Desa Yangapi, Tembuku. Mereka dulu pernah merantau selama puluhan tahun menjadi buruh tani di Desa Bonyoh, Kintamani.

Karena terhimpit beban ekonomi, seiring dengan tuntutan adat yang kian tak bisa dilaksasanakan, Ketut Bulat dan keluarga memutuskan kembali ke daerah asalnya dan menempati tanah desa. Di lahan yang sama juga ada satu KK, yakni ayah Ketut Bulat bernama Wayan Mudia.

Dalam waktu dekat ini, para relawan akan membantu pembangunan rumah. Dananya bersumber dari para donatur. Tiga KK yang kini tidur berimpit dalam satu tenda terpal, tinggal menunggu bisa menempati rumah baru.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra memastikan pembangunan rumah untuk tiga KK di Dusun Penaga, bisa dilakukan dalam waktu dekat. Meski begitu, dia enggan membeberkan secara pasti. Sebab pembangunan itu atas inisiatif para relawan.

"Pembangunannya sesegera mungkin. Artinya cepat lah. Dan saya akan ikut bantu dan masuk di relawan itu. Ada sumbangan saya, pribadi," tegas Dewa Mahendra yang juga mantan pelaksana tugas (Plt) Bupati Bangli.

Kata Mahendra, bantuan akan difokuskan pada pembangunan rumah bagi tiga KK. Lahan yang digunakan tetap di tempat yang kini dipakai Ketut Bulat mendirikan tenda. "Nanti satu rumah itu berisi beberapa kamar, untuk ketiga keluarga," katanya.

Selain menyorot rumah tenda, mantan kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, itu menyoroti dapur Ketut Bulat yang nyaris roboh. "Saya keget. Ketika masuk, ini ada apa lagi (dapur miring)? Ini kan jadi pokok persoalan. Dan ini (dapur) masuk dalam rencana (perbaikan). Ini pentingnya saya turun," tegas Mahendra.

Setelah masalah teratasi, Dewa Mahendra berharap Ketut Bulat dan keluarga bisa melanjutkan hidup mereka dengan baik. "Yang jelas, setelah rumahnya ini, pekerjaan harus jelas. Tadi kan ditawari, tapi masih potensial. Masih enerjik. Minimal di sini dapat pendapatan untuk pegangan dan penghasilan," ujarnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia