Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Gerindra Butuh Waktu Sepekan Sikapi Suwirta

26 Mei 2019, 18: 47: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gerindra Butuh Waktu Sepekan Sikapi Suwirta

KETERANGAN: (Dari kiri) Ketua DPC Gerindra I Wayan Baru, Ketua OKK Ketut Juliarta dan Sekretaris DPC I Made Kasta, saat memberikan keterangan kepada media. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA- Partai Gerindra Klungkung memberikan pernyataan terkait mundurnya Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sebagai sebagai kader Gerindra, setelah menggelar rapat yang dipimpin Ketua DPC Gerindra I Wayan Baru di Sekretariat DPC Partai Gerindra Jalan Ngurah Rai, Semarapura, Minggu (26/5).

Sekretaris DPC Partai Gerindra I Made Kasta menegaskan, partainya belum memberikan keputusan resmi. Butuh waktu sepekan bagi Gerindra menyikapi surat tersebut. Namun bukan berarti Gerindra ingin menahan langkah Suwirta hengkang.

 “Nanti kami lihat dulu seperti apa AD/ART partai, kalau ada kader mundur,” ujar Kasta.

Terlebih, menurut Kasta, pengunduran diri Suwirta begitu mendadak.

Selama ini tidak pernah ada masalah antara Gerindra dan Suwirta. Wakil Bupati Klungkung itu pun menyayangkan sikap politikus asal Dusun Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida tersebut.  Apalagi Suwirta adalah ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra. Sebagai penasehat, apapun persoalan, semestinya dibicarakan di partai.

 “Saya sayangkan sekali. Seharusnya kalau ada masalah, kumpulkan dulu kader. Beliau kan dewan penasihat,” ujar Kasta.

Ketua DPC Partai Gerindra I Wayan Baru mengatakan, rapat Minggu (26/5),  tidak khusus membahas Suwirta. Rapat tersebut merupakan rapat rutin, apalagi pascapemilu. Namun karena ada surat pengunduran diri dari Suwirta, sehingga sekalian dibahas dalam rapat yang dihadiri pengurus PAS, DPC dan Fraksi Gerindra DPRD Klungkung itu.

Baru menegaskan, keputusan Suwirta mundur merupakan hak pribadinya. Selama ini tidak pernah ada persoalan dengan Suwirta. Keluarnya Suwirta dari partai besutan Prabowo Subianto, merupakan tantangan bagi Gerindra ke depan agar lebih selektif memilih kader, termasuk dalam hal mengusung calon bupati pada pilkada mendatang. Gerindra bakal mengutamakan kader. “Kami punya banyak kader potensial,” ungkap Baru.

Ketua DPRD Klungkung itu juga mengatakan, tidak akan sentimen dengan Suwirta. Fraksi Gerindra tetap mendukung kebijakan Suwirta yang bagus dalam memimpin Klungkung. “Fraksi akan menyikapi dengan beretika, mendengarkan suara masyarakat secara umum,”  tegas politikus asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida tersebut.

Seperti diketahui, Suwirta memutuskan mundur selaku kader Partai Gerindra. Alasan mundur dari partai yang mengusungnya menjadi bupati dua periode (periode 2013-2018 dan 2018-2023) karena ingin fokus menjadi bupati. Suwirta juga menegaskan, tidak akan masuk ke partai mana pun.

Sebelum Suwirta memilih hengkang dari Gerindra, beredar screenshots percakapan di grup Whatsapp (WA) Partai Gerindra Bali. Suwirta dihujat karena menghadiri undangan Presiden Joko Widodo yang juga calon presiden 2019-2024. Suwirta hadir bersama sejumlah kepala daerah di Bali. Ia datang ke istana presiden beberapa hari setelah pencoblosan. Selain itu, beredar pula screenshot Suwirta dikeluarkan dari grup WA DPC Partai Gerindra Klungkung.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia