Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kunjungi Malang, Mas Sumatri Tertarik Kelola Sampah

26 Mei 2019, 19: 05: 40 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kunjungi Malang, Mas Sumatri Tertarik Kelola Sampah

KUNJUNGAN: Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Karangasem bersama sejumlah media mengunjungi Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (23/5), dipimpin Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, MALANG- Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Karangasem bersama sejumlah media mengunjungi Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (23/5). Salah satu yang dikunjungi rombongan dipimpin Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri adalah pengelolaan sampah.

Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Malang tak menimbulkan bau. Suasana kumuh khas TPA pada umumnya, tak terlihat  di sana. Areal TPA seluas 6 hektare tersebut justru terasa sejuk. “Namanya TPA Edukasi Wisata Talangagung,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Budi Iswoyo yang mengantar rombongan melihat dari dekat TPA tersebut.

Dikatakannya, TPA tersebut jauh dari kesan kumuh dan bau karena pemerintah setempat mengemasnya menjadi hal yang bermanfaat. Metana yang berbentuk gas disedot, lalu dimanfaatkan untuk beberapa hal. Salah satunya pengganti gas elpiji. “Ada 300 kepala keluarga (KK) di wilayah itu menggunakan gas metana untuk memasak,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sampah juga diolah untuk  pupuk.

Lebih jauh Budi Iswoyo menjelaskan, pemerintah setempat mulai mengelola TPA sejak 1999 lalu. Itu berawal dari terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaa sampah. Selain di Talangagung, ada juga sampah di TPA Paras Ponjo Kusumo yang gas matananya dikelola untuk kepentingan masyarakat. Bahkan, di TPA Paras Ponjo Kusumo, gas dialirkan menggunakan bambu petung.

Hingga saat ini, sekitar 10.000 orang mengunjungi TPA Talangagung. “Kalau Karangasem mau belajar mengelola sempah seperti di Malang ini, kami siap ke Karangasem,” katanya.

Bupati Mas Sumatri mengaku tertarik mempelajari lebih dalam pengelolaan sampah tersebut, karena Karangasem masih berupaya mengurai sampah, khusus sampah plastik.

TPA di Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem belum dikelola dengan baik. “Begitu melihat TPA di Malang ini, saya langsung tertarik menerapkan di Karangasem. Gas nya bermanfaat,” ujar Mas Sumatri.

Ia pun langsung meminta Asisten III I Wayan Purna, salah satu pejabat yang ikut dalam kunjungan, segera bersurat ke Bupati Malang, agar mengirimkan ahlinya ke Karangasem. Tak sebatas mengelola gas metana untuk masyarakat, Mas Sumatri juga tertarik dengan kebijakan pemerintah Malang yang memperhatikan kearifan lokal, misalnya, gas metana dialirkan menggunakan bambu.

Selain mengunjungi Malang, rombongan juga berkunjung ke Pemkab Blitar,  Jawa Timur. Kunjungan dipimpin Asisten III I Wayan Purna itu lebih banyak sharing kehumasan. Salah satunya, mengelola media agar informasi pembangunan bisa tersampaikan ke masyarakat luas. Kunjungan diterima Asisten Administrasi Umum Pemkab Blitar Mahadin, dan beberapa pejabat terkait.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia