Rabu, 19 Jun 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gedung Eks RSU Bangli, Antara Tempat Keramat dan Sarang Maksiat

26 Mei 2019, 21: 47: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gedung Eks RSU Bangli, Antara Tempat Keramat dan Sarang Maksiat

DITUMBUHI SEMAK: Halaman depan RSU Bangli makin ditumbuhi semak. Tak heran kawasan ini menjadi tempat maksiat. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Gedung eks RSU Bangli tak hanya jadi tempat angker alias keramat, tetapi juga menjadi tempat maksiat untuk urusan sesaat. Kabarnya, kalau kepepet urusan syahwat, gedung yang ditumbuhi semak-semak inilah sebagai tempat.

 

Tidak selamanya cerita mistik menjadi ikon gedung eks RSU Bangli. Satu-satunya gedung di Jalan Kusuma Yudha, Bangli itu, juga menjadi pusat aktivitas malam bagi kawula muda untuk mencari kenikmatan sesaat.

Perilaku tersebut kerap dilihat warga. Sayangnya ketika dihampiri, mereka berhamburan. Jam-jam yang dipilih justru menjelang dini hari. Itu sebabnya warga tidak bisa bisa memergokinya langsung.

"Informasinya kan dari warga yang mau jualan ke pasar. Saat lewat di depan gedung, tiba-tiba mereka keluar. Yang satunya (perempuan) keluar dari gerbang timur, yang satunya (laki-laki) keluar dari gerbang barat," ungkap Kepala Lingkungan Banjar Kawan, I Nengah Sujena, Minggu (26/5).

Ia pun sempat berpikir ingin memergoki langsung. Namun sayang, kegiatan mereka tidak bisa diprediksi. "Gak mungkin saya awasi terus kan," sentil Sujena sambil tertawa.

Ulah anak muda itu, kata Sujena, tidak satu kali dua kali dilakukan. Sudah beberapa kali warga melihat ada anak muda masuk ke halaman gedung bekas rumah sakit itu.

 "Kata warga yang melihat, selalu cewek-cowok. Kadang satu motor, kadang pisah motor. Itu warga yang melapor ke saya," kata pria yang akrab disapa Pak Ngah ini.

Ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Di sisi lain, gedung bekas rumah sakit Bangli itu sedang hangat diperbincangkan, karena banyak pihak menayangkan maupun memberitakannya di berbagai media. Menurutnya, hal itu justru menguntungkan pihaknya. 

"Bagus dong. Siapa tahu pemerintah tergugah hatinya, kan? Daripada dijadikan tempat mesum dan makin tenget (angker), kan lebih baik pemerintah yang punya kewenangan mengabulkan permohonan Pemkab Bangli," ketusnya penuh harap.

Menurut Sujena, lahan bekas rumah sakit hendaknya dijadikan taman kota. Dengan dibuatkan taman kota, otomatis akan menghilangkan kesan seram yang selama ini melekat di lahan milik Pemprov Bali tersebut.

 "Terutama buat anak muda yang suka berbuat mesum. Kalau sudah terbuka begitu, mana berani berbuat senonoh. Ini kan karena gedung di sana gelap, jadi kesempatan mereka," tegas Sujena. 

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia