Selasa, 12 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Unggah Ujaran Kebencian, Putu Simon Minta Maaf Ke Adi Wiryatama

26 Mei 2019, 23: 29: 24 WIB | editor : Nyoman Suarna

Unggah Ujaran Kebencian, Putu Simon Minta Maaf  Ke Adi Wiryatama

MINTA MAAF : I Putu Simon mendatangi I Nyoman Adi Wiryatama, Minggu (26/5) untuk minta maaf, terkait unggahan foto dengan ujaran kebencian di media sosial belum lama ini. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN – I Putu Simon, 20, salah seorang simpatisan Semeton Calon Legislatif (Caleg) Rai Santini, beberapa waktu lalu sempat mengunggah foto Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama yang diedit dengan ujaran kebencian. Tiba-tiba, Minggu (26/5), ia memohon maaf secara langsung kepada mantan bupati Tabanan tersebut.

 

Putu Simon didampingi  Ni Made Rai Santini berserta tokoh masyarakat Bongan seperti Jro Bendesa Adat Bongan Puseh, I Gusti Putu Sukarata, serta ayah Simon l, I Putu Rustama, tiba di kediaman Adi Wiryatama di Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan sekitar pukul 11.00  Wita. Rombongan diterima Adi Wiryatama, I Nyoman Suadiana yang merupakan anggota DPRD Tabanan yang juga adik Adi Wiryatama, beserta keluarga besar dan tim pengacara Adi Wiryatama.


Dalam kesempatan tersebut Putu Simon menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatannya mengunggah foto Adi Wiryatama di media sosial yang berisikan ujaran kebencian 6 Mei 2019 lalu. Saat itu akun facebook (FB) Semeton Rai Santini mengunggah beberapa foto yang menunjukkan aksi sejumlah simpatisan yang membakar bendera PDIP sebagai wujud kekecewaan, lantaran Rai Santini, caleg PDIP asal Bongan tidak lolos ke DPRD Tabanan, karena diduga dicurangi dan dikorbankan elit politik di PDIP Tabanan.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, Putu Simon dan ayahnya Putu Rustama bahkan bersimpuh memohon maaf kepada Adi Wiryatama, I Nyoman Suadiana serta keluarga besarnya.


Jro Bendesa Adat Bongan Puseh, I Gusti Putu Sukarata mengatakan, pihaknya mohon maaf atas perbuatan salah satu krama Bongan yang telah membuat nama keluarga besar Adi Wiryatama tercoreng.

 “Kami memohon maaf sebesar besarnya kepada Bapak Adi Wiryatama dan keluarga atas perbuatan Putu Simon yang tidak patut tersebut,” tegasnya.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Adi Wiryatama yang telah menerima tokoh dan perwakilan masyarakat Bongan dengan hangat dan penuh keakraban.


“Kepada teman- teman dan sahabat saya di media sosial, saya Putu Simon menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada bapak I Nyoman Adi Wiryatama dan keluarga besarnya, atas postingan saya tanggal 6 Mei 2019,” ungkap Simon usai pertemuan.


Ia mengatakan, apa yang dilakukanya adalah semata-mata sebagai bentuk kekecewaan seorang simpatisan. “Jujur, dari hati saya yang paling dalam, saya tidak ada maksud dan niat untuk mencemarkan nama baik Bapak Nyoman Adi Wiryatama. Karena apa yang saya perbuat merupakan aksi spontanitas yang didasari atas kekecewaan. Dan apa yang saya lakukan, murni inisiatif saya sendiri, bukan atas intervensi dari pihak pihak lain,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama menjawab Bali Express mengatakan, sedang berpikir-pikir untuk mencabut laporan yang dibuat tim kuasa hukumnya di Polda Bali,  menyusul permohonan maaf yang disampaikan I Putu Simon simpatisan Ni Made Rai Santini, caleg yang gagal lolos ke DPRD Tabanan.

 “Karena dia sudah meminta maaf, tentu saya maafkan. Saya lihat janjinya dulu. Karena dulu memposting secara terbuka di media sosial, sekarang dia mau meminta maaf di media sosial juga,” ujar Adi yang siang sebelumnya didatangi Simon.

Namun Adi menegaskan, dirinya sejatinya tidak ingin sampai menghukum siapa pun. Menurutnya, sebagai pribadi yang pernah memimpin di Tabanan, dia hanya ingin menyadarkan dan mengajarkan masyarakat untuk berperilaku baik. Baik di kehidupan sehari-hari maupun di dunia maya.

“Kalau ada yang dirasa kurang pas, misalnya saya salah, enaknya dicari. Tegur langsung.  Manusia bisa salah. Yang tua bisa salah. Yang muda juga bisa salah,” tegasnya.

Soal pencabutan laporan, sambungnya, itu kemungkinan akan dilakukan Senin (27/5)  atau Selasa (28/5). Terlebih, pertemuan yang dilakukan dirinya dengan Simon berlangsung pada hari libur (Minggu). “Mungkin Senin atau lusa saya akan cabut laporan. Saya mau lihat juga janjinya. Dia mau sampaikan permintaan maaf juga di media sosial,” pungkasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia