Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Ketua KPPS Curang Dituntut 5 Bulan dan 10 Bulan Masa Percobaan

27 Mei 2019, 18: 02: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ketua KPPS Curang Dituntut 5 Bulan dan 10 Bulan Masa Percobaan

TUNTUTAN: Terdakwa I Wayan Sarjana saat bersalaman dengan JPU, Senin (27/5). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Terdakwa kasus kecurangan yang terjadi di TPS 29, Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, I Wayan Sarjana alias Kayun menjalani sidang pembacaan tuntutan, Senin (27/5) di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan sekitar pukul 12.30 Wita.

Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Luh Sasmita Dewi dengan Hakim Anggota Pulung Yustisia Dewi dan Adhitya Ariwirawan. Terdakwa yang tidak didampingi oleh Kuasa Hukum pun nampak lebih tenang dibandingkan sidang sebelumnya.

Terdakwa dituntut dengan pidana penjara 5 bulan dengan masa percobaan selama 10 bulan dan denda Rp 4 juta subsider 2 bulan kurungan. Tuntutan itu diberikan setelah terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "dengan sengaja menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai" sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 532 jo. Pasal 554 UU RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

JPU Gede Hadi menyampaikan bahwa tuntutan tersebut dilakukan berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan. Mulai dari keterangan saksi dan video, dam terdakwa tidak keberatan atas keterangan saksi. "Terdakwa juga menyerahkan semua kepada Majelis Hakim," tegasnya.

Dan karena atas perbuatan terdakwa itu merugikan peserta pemilu atau parpol sehingga dilakukan pemungutan suara ulang (PSU), maka terdakwa dituntut sesuai tuntutan yang dibacakan. Adapun hal yang dapat meringankan hukuman terdakwa adalah terdakwa telah menyadari kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya. "Disamping itu terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, dan terdakwa belum pernah dipenjara," imbuhnya.

Sedangkan hal yang memberatkan terdakwa adalah dirinya yang merupakan penyelengara pemilu yakni Ketua KPPS. 

Sementara itu terdakwa I Wayan Sarjana alias Kayun dihadapan Majelis Hakim memohon agar hukumannya  dapat diringankan mengingat dirinya merupakan tulang punggung keluarga dan prajuru adat. "Karena anak saya masih sekolah dan saya sebagai prajuru adat, akhir-akhir ini ada kegiatan agama di Banjar. Dan saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut, saya juga minta maaf sebesar-besarnya," ujarnya.

Dan atas tuntutan tersebut Majelis Hakim pun mengatakan akan mempertimbangkan tuntutan tersebut dan menunda sidang hingga hari Rabu (29/5) dengan agenda pembacaan putusan. "Permohonan saudara akan dipertimbangkan dan keputusan akan dibacakan pada sidang putusan Rabu (29/5)," tegas Ketua Majelis Hakim, Luh Sasmita.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia